Lakers Terus Berjuang Meski Rata-rata 3-Point Shooting Rendah
Kondisi Tim dan Performa Austin Reaves
SALT LAKE CITY — Setelah hampir 20 persen musim reguler berlalu, Austin Reaves duduk di depan lokernya di Utah dalam posisi yang baik dalam karir NBA-nya selama lima tahun. Timnya baru saja meraih kemenangan keempat beruntun atas Utah Jazz, membawa catatan mereka menjadi 12-4 di musim ini, terikat untuk rekor ketiga terbaik di NBA. Reaves kembali tampil gemilang dengan mencetak lebih dari 20 poin, sesuatu yang telah dilakukannya di hampir semua pertandingan musim ini, kecuali satu.
Menariknya, Reaves juga menanti masa depan cerah di musim panas nanti ketika ia akan menjadi free agent tanpa batas, dengan potensi untuk meraih lebih dari $40 juta per musim.
Masalah Tembakan Jarak Jauh
Namun, ada satu hal yang mengganggu, yaitu akurasi tembakan 3-point timnya. Saat ditanya tentang hal tersebut, Reaves hanya bisa tertawa dan menyandarkan kepala ke belakang lokernya. “Saya akan melakukan apa saja untuk memasukkan 3-point,” candanya setelah gagal mencetak lebih dari satu tembakan dari delapan percobaan melawan Jazz.
Reaves bukan satu-satunya yang mengalami kesulitan. Meskipun Lakers memiliki awal musim terbaik sejak 2021, tembakan jarak jauh mereka tidak kunjung membaik. Tiga pemimpin dalam percobaan 3-point, Luka Dončić, Reaves, dan Marcus Smart, hanya berhasil mencetak 29,6 persen secara total. Ini jauh di bawah rata-rata karir mereka, terutama bagi Dončić dan Reaves yang masing-masing berada di angka 31,1 persen.
Kemandekan Tembakan
Hingga kini, Lakers belum berhasil mencetak lebih dari 33 persen 3-point dalam tiga pertandingan berturut-turut, dengan penampilan terakhir mereka mencatatkan 10 dari 38 percobaan (26,3 persen). Pelatih JJ Redick menyatakan, “Kami merupakan salah satu tim dengan tembakan terburuk di NBA saat ini. Saya tidak berpikir itu mencerminkan siapa diri kami. Kami harus lebih percaya diri saat melakukan tembakan.”
Kemampuan Bertahan dan Kerja Sama Tim
Meskipun peringkat ofensif Lakers berada di posisi ke-15 dan defensif di posisi ke-14, mereka tetap mampu meraih kemenangan. Reaves menjelaskan, “Saya pikir faktor chemistry tim sangat tinggi. Kami semua ingin saling membantu untuk sukses.”
Untuk terus membangun chemistry tim, Lakers melaksanakan turnamen pickleball alih-alih latihan pada hari Jumat. Ketekunan tim pun terasah, terutama ketika harus bertanding tanpa Dončić dan Reaves di beberapa kesempatan.
Kembalinya LeBron James
Kembalinya LeBron James turut memberi dampak positif. Dalam pertandingan melawan Jazz, ia mencetak 17 poin, enam rebound, dan delapan assist, meski gagal mencetak 3-point (0 dari 4). “Saya dalam kondisi fisik yang baik, namun harus terus berlatih untuk meningkatkan stamina saya,” ungkap James.
Optimisme dan Kepercayaan Diri
Meskipun statistik tembakan tidak menjanjikan, tim tetap optimis. James menegaskan, “Kami tidak khawatir. Kami memiliki banyak penembak yang baik. Ini tidak akan berlangsung lama.” Pelatih Redick pun setuju bahwa mereka harus memperbaiki akurasi tembakan, namun menekankan pentingnya fondasi dan kerjasama tim yang telah dibangun.
“Kami harus melakukan apa yang diperlukan di setiap pertandingan untuk meraih kemenangan,” tambah Redick. Pelatih yakin dengan fokus dan kerja sama tim, Lakers bisa lebih baik dalam hal akurasi tembakan ke depan.
(BA/GN)
sumber : www.nytimes.com
Leave a comment