Bella Mir dan Bronny James: Mengatasi Tantangan sebagai Anak Atlet Terkenal
Pengenalan
LAS VEGAS – Bella Mir merasa ada kesamaan dengan Bronny James. Dia adalah petarung wanita, sementara Bronny adalah pemain basket pria. Keduanya adalah generasi muda dengan orang tua atlet profesional yang diakui, dan Mir menjelaskan dalam konferensi pers pada hari Rabu bahwa perjalanan mereka tidak selalu mudah.
Tantangan sebagai Anak Atlet
“Ada banyak orang tua yang merupakan atlet profesional dan mempunyai anak. Selalu muncul pertanyaan, ‘Apakah mereka akan mengikuti jejak orang tua mereka?’ Saat ini, saya sedang membuktikan kepada diri sendiri bahwa saya bisa berada di level ini. Inilah yang membuat saya berbeda dari atlet lainnya yang merupakan anak dari orang tua yang berkarir di NBA atau NFL,” ungkap Mir menjelang laga UFC BJJ 4 yang akan berlangsung Kamis di UFC Apex.
“Selalu ada perbincangan tentang LeBron (James) dan putranya (Bronny). Bronny selalu harus membuktikan dirinya, dan saat ini saya juga melakukan hal yang sama. Saya ingin mengingatkan orang bahwa saya pantas berada di sini,” tambahnya.
Langkah Selanjutnya dalam Karier
Berbeda dengan Bronny yang kini bermain di Los Angeles Lakers bersama ayahnya, LeBron James, Mir belum memasuki UFC, di mana ayahnya menjadi salah satu juara kelas berat paling dikenal. Dia fokus untuk mengembangkan kemampuannya melalui berbagai kompetisi jiu-jitsu, MMA, dan tentunya gulat, yang merupakan dasar permainannya.
“Saya akan mengikuti saran ayah mengenai langkah selanjutnya di MMA. Jika dia bilang, ‘Mari kita coba satu lagi sebelum musim panas ini,’ maka kami akan melanjutkan ke Contenders atau langkah selanjutnya. Tentu saja, UFC akan jadi tujuan berikutnya,” ujarnya.
Peluang untuk Petarung Wanita
Mir merupakan salah satu dari sedikit pegulat wanita yang mencoba peruntungannya di MMA. Dia percaya bahwa banyak atlet gulat yang tertarik untuk beralih ke MMA jika tidak ada rasa takut yang menghalangi mereka.
“Saya berpikir, setelah melihat pertarungan antara Petr Yan dan Merab yang berlangsung sangat brutal, banyak orang merasa takut dengan aspek tersebut,” ungkapnya. “Kini, banyak yang mulai melihat opsi lain, misalnya beralih ke RAF atau jiu-jitsu yang semakin berkembang. Bagi perempuan, ada rasa cemas mengenai kemungkinan terkena pukulan.”
“Saya berusaha untuk mengajak rekan-rekan saya berlatih bersama, tetapi mereka masih takut. Mungkin, generasi mendatang yang akan lebih berani,” harap Mir.
Artikel ini merupakan laporan asli dari garisfinish.com.
(BA/GN)
sumber : ca.sports.yahoo.com
Leave a comment