Cooper Flagg Memukau di Musim Rookie-nya
Cooper Flagg, pemain yang diharapkan untuk menjalani musim rookie yang sukses, kini telah membuktikan kemampuannya dengan menonjol di liga. Flagg, yang berposisi sebagai forward setinggi 6 kaki 8 inci, telah menunjukkan performa yang mengesankan bersama Dallas Mavericks. Setelah awal yang relatif lambat, ia berhasil meningkatkan rata-rata statistiknya menjadi 19.4 poin, 6.4 rebound, dan 4.0 assist per pertandingan dengan persentase shooting efektif sebesar 56.4% dalam 33 pertandingan.
Kemampuan Bertahan dan Serangan yang Mengagumkan
Dengan latar belakang sebagai pemain bertahan yang solid, Flagg menunjukkan kemampuan menciptakan peluang bagi dirinya sendiri, yang menjadi salah satu kekuatannya. Ia kini sukses meraih ruang di area menengah lapangan, memanfaatkan dribble yang terampil untuk menavigasi kerumunan dan menemukan posisinya di mid-range. Sentuhan Flagg pada floaters dan pull-ups menjadikannya ancaman yang sulit dihentikan, mampu menghukum lawan dengan kombinasi ukuran dan serangan yang bervariasi.
Defensively, Flagg berkontribusi besar terhadap performa defensif Dallas yang berada di urutan teratas liga. Dampak defensifnya jelas terlihat dari kemampuan tim dalam membatasi peluang berkualitas tinggi. Saat ini, Dallas memiliki pertahanan terbaik ketiga di liga berdasarkan persentase field goal efektif lawan. Kecepatan pemrosesan Flagg memungkinnya memimpin sistem rotasi yang mengganggu, di mana ia sering berfungsi baik sebagai penjaga bola maupun pelindung ring kedua.
Dari kombinasi kecepatan perimeter dan kemampuan melindungi ring secara vertikal, nilai defensif Flagg memastikan dampak dua arah yang sudah menjadikannya bintang di NBA. Hal ini juga memberikan peluang unik bagi Flagg sebagai kandidat kuat Rookie of the Year.
Kesempatan untuk Meraih Gelar All-NBA
Sejak penggabungan ABA dan NBA, hanya ada empat pemain yang memperoleh posisi All-NBA di musim rookie mereka. Di antara mereka adalah Larry Bird, Michael Jordan, David Robinson, dan Tim Duncan, dengan Duncan menjadi yang terakhir melakukannya pada tahun 1998. Semua pemain tersebut kemudian berhasil meraih setidaknya satu gelar MVP selama karier mereka, dengan tiga di antaranya mengamankan banyak gelar.
Pencapaian ini sangat jarang terjadi, karena hierarki liga biasanya terlalu ketat untuk seorang rookie bisa masuk dalam daftar tersebut. Namun, musim 2025-26 ini menciptakan kekosongan unik di lini depan akibat banyaknya cedera yang menimpa pemain bintang. Aturan 65 pertandingan semakin mempersempit peluang, memberikan kesempatan bagi pemain-pemain baru untuk masuk ke dalam jajaran All-NBA.
Dengan Jayson Tatum dan Nikola Jokic menjalani pemulihan cedera yang panjang, serta Giannis Antetokounmpo dan Victor Wembanyama yang sudah melewatkan sebagian besar musim, jumlah kandidat All-NBA terus menyusut. Di luar keempat pemain bintang tersebut, banyak pemain regular All-NBA lainnya seperti Tyrese Haliburton, LeBron James, dan Jalen Williams juga mungkin tidak memenuhi syarat.
Kondisi ini menciptakan peluang besar bagi Flagg. Jika ia bisa tetap sehat dan terus berkembang di kedua sisi lapangan, dampak dua arah yang dimilikinya bisa membawanya untuk mengakhiri hampir 30 tahun kekeringan bagi rookie yang meraih penghargaan All-NBA. Sepanjang musim ini, perhatikan kemampuan Flagg untuk meningkatkan performanya dan berpotensi bergabung dengan legenda-legenda terkemuka di liga.
(BA/GN)
sumber : www.si.com
Leave a comment