Lakers Terpuruk Usai Kekalahan dari Rockets di Hari Natal

Getty
Los Angeles Lakers mengalami hari buruk di Hari Natal dengan menderita kekalahan telak 119-96 dari Houston Rockets. Ini menjadi kekalahan ketiga berturut-turut dengan selisih poin yang besar. Pelatih kepala JJ Redick menyampaikan kritik tajam terhadap mentalitas tim, mempertanyakan apakah seluruh anggota tim benar-benar peduli untuk berkompetisi dengan standar profesional.
Komentar Redick Usai Pertandingan
“Kami tidak cukup peduli saat ini,” ungkap Redick setelah pertandingan. “Bagian ini sangat mengganggu. Kami tidak peduli untuk melakukan hal-hal yang diperlukan.”
Kekalahan tersebut membuat Lakers terpuruk dengan rekor 19-14 di musim ini, di mana semua 10 kekalahan mereka datang dengan selisih poin lebih dari 10. Houston mengendalikan laga sejak awal, mendominasi penguasaan bola dan memanfaatkan transisi, sementara pemain Lakers tampak lamban di kedua sisi lapangan.
Kekhawatiran cedera juga menambah frustrasi. Austin Reaves terpaksa keluar lapangan karena cedera betis kiri dan akan menjalani MRI setelah baru saja kembali dari absen selama tiga pertandingan karena masalah yang sama. Sumber tim mengindikasikan bahwa Lakers harus bersiap untuk absennya Reaves lebih lama kali ini. Redick pun menjanjikan sesi film dan latihan yang “tidak nyaman,” menekankan bahwa usaha dan eksekusi tim masih sangat tidak konsisten.
“Saya tidak ingin menjalani 53 pertandingan seperti ini lagi,” tegasnya.
Pembicaraan Redick Memicu Diskusi
Komentar tersebut segera memicu diskusi di seluruh liga, termasuk di NBA on Prime, di mana mantan guard All-NBA, John Wall, mencurahkan pendapatnya tentang pendekatan Redick.
“Saya rasa perlu diadakan pertemuan tim, di mana kita menonton film dan membahas pemain yang perlu ditegur,” saran Wall, menunjukkan bahwa menyuarakan kekecewaan secara publik dapat berisiko, terutama dengan karakter di dalam skuad Lakers.
Skuad tersebut termasuk LeBron James, pemain yang paling banyak menjadi sorotan di liga. James, yang akan berusia 41 tahun pekan depan, menolak berbicara kepada media setelah kekalahan tersebut, demikian pula dengan Marcus Smart dan Rui Hachimura, yang makin menambah spekulasi tentang bagaimana pandangan veteran bintang ini terhadap situasi yang dihadapi timnya di musim NBA ke-23-nya.
Meski banyak perbincangan, mantan rekan setim Dwyane Wade memberikan perspektif yang lebih santai namun illuminatif tentang sikap James.
“LeBron sedang di simulator golfnya sekarang,” canda Wade. “Dia sedang berlatih untuk mendapatkan angka di sana. Dia tidak khawatir dengan ini.”
Pergeseran Peran James
Komentar Wade, meskipun bercanda, menyiratkan kenyataan yang lebih besar. James telah mengakui bahwa masa pensiunnya semakin dekat dan perannya di Lakers telah berubah. Menurut Wade, drama harian tidak lagi menguras pikirannya seperti dulu.
Pergeseran ini menempatkan lebih banyak tanggung jawab pada Luka Doncic, yang kini memikul sebagian besar beban tim di lapangan. Doncic mencatatkan rata-rata 29,5 poin selama enam pertandingan terakhir, tetapi kesulitan dalam efisiensi, dengan persentase tembakan 41,2 persen dari lapangan dan 26,3 persen dari luar garis tiga poin. Lakers telah kebobolan 50 poin dengan Doncic di lapangan dalam lima pertandingan terakhir.
“Saya tidak tahu apa yang perlu diubah, tetapi pasti ada yang harus diubah,” tutur Doncic setelah kekalahan di Hari Natal. “Ini terlihat sangat buruk.”
Meski begitu, kondisi tim secara keseluruhan lebih stabil daripada hasil-hasil terbaru yang menunjukkan. Lakers masih berada di jalur playoff dan tampak sedang beradaptasi dengan apa yang bisa disebut sebagai musim transisi. Komentar blak-blakan Redick mungkin menggores, tetapi harapan di dalam organisasi adalah bahwa ini bisa menjadi panggilan bangun ketimbang titik perpecahan.
Bagi James, jika penilaian Wade tepat, badai ini mungkin akan berlalu tanpa mengganggu fokus pribadinya. Musim masih panjang, dan bagaimana Lakers merespons sekarang akan jauh lebih penting daripada komentar setelah pertandingan.
(BA/GN)
sumber : heavy.com
Leave a comment