5 Pemain NBA yang Mengecewakan di Musim 2025-26
Seperti biasa, musim NBA penuh dengan harapan dan prediksi dari para penggemar. Namun, tidak semua pemain bisa memenuhi ekspektasi yang ada. Beragam alasan bisa membuat seorang pemain tampak mengecewakan, mulai dari masalah cedera, strategi permainan yang kurang cocok, hingga penurunan performa. Berikut adalah lima pemain yang menjadi sorotan sebagai “flop” di musim 2025-26 sejauh ini.
Ace Bailey – Utah Jazz

Ace Bailey diambil oleh Utah Jazz di urutan kelima dalam draft, diharapkan menjadi bintang. Namun, performanya jauh dari harapan dengan rata-rata hanya 7.5 poin per pertandingan. Bailey hanya mencetak 38.3% dari total tembakan dan 26.7% dari tiga poin, statistik yang mengecewakan bagi seorang pemain dengan potensi besar.
Derrick White – Boston Celtics

Boston Celtics mengalami penurunan performa dengan absennya Jayson Tatum karena cedera. Meski diharapkan Derrick White dapat mengambil peran lebih besar, ia justru mengalami kesulitan dengan rata-rata 35.2% tembakan berhasil, lebih buruk hampir 10 persen dibanding musim lalu. White belum mampu membantu Celtics meraih hasil lebih baik.
Joel Embiid – Philadelphia 76ers

Cedera kembali menghantui Joel Embiid, yang kini dibatasi bermain hanya 23.3 menit per pertandingan akibat operasi lutut. Meskipun di masa lalu ia sering mencetak lebih dari 30 poin per game, saat ini ia hanya berada di kisaran puluhan poin. Ini menunjukkan betapa besarnya potensi yang hilang dari pemain yang seharusnya menjadi andalan.
Cam Johnson – Denver Nuggets

Setelah musim sebelumnya dengan rata-rata 18.8 poin, Cam Johnson diharapkan dapat bertahan menjadi salah satu pemain kunci di Denver. Namun, ia kini hanya mencetak 7.2 poin per pertandingan dan hanya 21.1% tembakan tiga angkanya yang berhasil. Sekalipun beradaptasi dengan Nikola Jokic seharusnya memberinya lebih banyak ruang, performa Johnson justru mengecewakan.
Ja Morant – Memphis Grizzlies

Kisah Ja Morant menjadi salah satu sorotan utama musim ini. Performanya menurun drastis dengan hanya 35.2% tembakan dari lapangan, serta 18.9 poin per game yang menjadi catatan terendahnya. Morant menghadapi masalah di dalam tim, termasuk konflik dengan staf pelatih, yang menyebabkan suspensi. Meskipun ia memiliki bakat luar biasa, Morant belum mampu memenuhi ekspektasi yang ada dan mulai tersangkut rumor perdagangan.
Musim ini jelas menjadi tantangan bagi para pemain tersebut, dan ada harapan agar mereka bisa kembali menemukan permainan terbaik mereka di sisa musim ini. Performa yang buruk tidak hanya berdampak pada individu, tetapi juga tim yang mereka bela.
(BA/GN)
sumber : clutchpoints.com
Leave a comment