LeBron: Rencana Menghentikan Bintang Thunder dengan Mengurangi Penghujan Pelanggaran
Dalam beberapa musim terakhir, bintang Oklahoma City Thunder, Shai Gilgeous-Alexander, telah memperoleh reputasi yang tidak adil sebagai pemain baru “merchandise tembakan bebas” di liga, yaitu pemain yang sangat bergantung pada aktivitas di garis tembakan bebas untuk meningkatkan angka skornya.
Narrasi ini berulang kali terbukti tidak benar, namun, entah mengapa, banyak orang masih sulit melepaskan pandangan tersebut, dengan semakin banyak pendukung yang bergabung setiap harinya.
LeBron Ikut Berkomentar
LeBron James tampaknya menjadi orang terbaru yang mengekspresikan pandangan tersebut. Dalam sebuah episode Mind The Game Podcast, ia menyatakan bahwa salah satu rencana utama untuk menghentikan Gilgeous-Alexander, yang merupakan MVP bertahan, adalah dengan “menjaganya tetap jauh dari garis tembakan bebas.”
“Dia tahu bagaimana memanipulasi permainan dengan baik,” kata James. “Dia selalu mencari tangan, lengan, dan siku jika kamu berada dalam ruangnya. Itulah permainan kami saat ini.”
Kendati maksud James menyebut kemampuan Gilgeous-Alexander untuk “memanipulasi permainan” adalah untuk memberikan pujian, hal ini tetap mengedepankan anggapan bahwa permainan guard Thunder tersebut lebih bergantung pada mendapatkan peluang tembakan bebas dibandingkan dengan bintang top lainnya di liga.
Statistik dan Fakta
Sebelum pertandingan melawan San Antonio Spurs, Gilgeous-Alexander mencatatkan angka yang menarik. Ia berada di peringkat keempat untuk upaya tembakan bebas (9.4) dan ke sembilan untuk pelanggaran yang dilanggar (6.4) per game.
Menariknya, rekan setim James, Luka Doncic, memimpin liga dalam kedua kategori tersebut.
Kabar baik bagi Shai, ia memiliki tingkat keberhasilan tembakan bebas yang tinggi, yakni 88.5 persen, dengan mencetak 8.3 tembakan bebas per pertandingan. Ini masih lebih rendah dibandingkan dengan 9.8 tembakan bebas yang dicetak oleh Doncic.
Mengapa hal ini menjadi masalah jika dia hanya seorang penembak bebas yang baik?
Yang paling mengesankan tentang keterampilan mencetak golnya adalah, jika kita mengabaikan 232 tembakan dari garis bebas, Gilgeous-Alexander masih akan menduduki peringkat ke-11 di liga dengan total 677 poin.
Untuk memberikan konteks, sekitar 25.5 persen dari total poinnya tahun ini berasal dari garis tembakan bebas, jauh lebih rendah dibandingkan Deni Avdija (31.2 persen), Doncic (28.6 persen), dan James Harden (28.1 persen).
Kesimpulan
Mempertimbangkan seberapa sering ia melanggar (17.9 kali per pertandingan), sebenarnya ada argumen bahwa Gilgeous-Alexander seharusnya mendapatkan lebih banyak kesempatan di garis bebas. Namun, fans Thunder tidak mengeluh—jadi, mengapa masih ada yang protes?
(BA/GN)
sumber : thunderousintentions.com
Leave a comment