Voting All-Star NBA: Luka Doncic dan Giannis Memimpin, LeBron James Terpuruk
NBA baru saja merilis hasil awal pemungutan suara untuk All-Star yang akan berlangsung pada bulan Februari di Intuit Dome, markas Los Angeles Clippers. Luka Doncic dan Giannis Antetokounmpo memimpin di masing-masing konferensi, sementara daftar pemain lainnya juga menarik untuk diperhatikan.
LeBron James, yang selama bertahun-tahun mendominasi pemungutan suara, kini berada di posisi kesembilan di konferensi Barat dan posisi kelima belas secara keseluruhan dengan total suara mencapai 536,555. Beberapa orang berpendapat bahwa posisinya memang pantas, mengingat untuk pertama kalinya dalam musim ke-23, ia melewatkan pertandingan pembuka dan sudah absen dalam total 16 pertandingan.
Performa LeBron yang Menurun
Setelah kembali, tampak jelas bahwa pemain berusia 41 tahun ini berada pada penurunan performa yang wajar, dan statistiknya tidak lagi setara dengan musim-musim sebelumnya. Meski begitu, LeBron masih menjadi pemain produktif di tim yang bersaing di puncak konferensi Barat. Namun, analis Tim Bontemps menyatakan bahwa kondisi ini mungkin tidak cukup untuk menjamin tempatnya sebagai starter.
“Hasil awal pemungutan suara All-Star? Sangat tidak mungkin, kecuali ada perubahan besar dalam pemungutan suara, LeBron akan menjadi starter untuk pertama kalinya sejak 2005 — yang membuat posisinya tahun ini menjadi tidak pasti,” ujar Bontemps melalui akun X-nya.
Format Baru yang Menarik
LeBron telah berpartisipasi dalam 21 All-Star Games dan menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah acara tersebut. Satu-satunya musim ia tidak ikut adalah saat rookie, walaupun saat itu juga bisa dikatakan ia layak hadir berdasarkan statistik musim regulernya.
Format All-Star kali ini akan menampilkan dua tim dari Amerika Serikat dengan total 16 pemain, ditambah satu tim dunia yang terdiri dari delapan pemain. Jika tidak ada cukup pemain internasional yang terpilih, komisioner Adam Silver akan memilih All-Star tambahan untuk melengkapi tim tersebut.
Saat ini, terdapat 10 pemain internasional di 24 besar total suara, yang berarti Silver perlu mengeluarkan dua di antaranya, dengan catatan bahwa Karl-Anthony Towns bisa bermain untuk Tim USA karena kewarganegaraan ganda yang dimilikinya.
Dengan situasi ini, LeBron kemungkinan besar akan tetap tampil di All-Star Game, tetapi berdasarkan hasil pemungutan suara, ia bisa saja masuk dari bangku cadangan untuk kedua kalinya dalam kariernya. Meski begitu, banyak yang percaya hal ini tidak terlalu menjadi masalah bagi LeBron di fase kariernya saat ini. All-Star Game kali ini menunjukkan potensi untuk menjadi yang terbaik dalam beberapa tahun terakhir, dan Brian Windhorst menilai NBA diam-diam berharap Tim Dunia dapat mengalahkan Tim USA.
“Saya harap itu benar, tapi saya skeptis itu akan terjadi. Akan sangat baik jika Tim Dunia menang. Namun, saya sudah tidak mengikuti All-Star Game. Saya bahkan tidak menonton tahun lalu. Saya tidak bisa memberitahu satu pun hal yang terjadi di pertandingan tahun lalu,” ungkap Windhorst dalam sebuah wawancara.
LeBron Dipastikan Hadir di All-Star Game
Beberapa orang berpendapat bahwa LeBron tidak lagi Layak hadir di All-Star Game hanya berdasarkan pencapaian masa lalu, tetapi ia bukanlah satu-satunya superstar yang dipilih untuk berpartisipasi di acara ini menjelang akhir kariernya.
Dengan rata-rata 20,5 poin, 6,7 assist, dan 4,9 rebound serta persen tembakan 50,7, tugasnya tampak semakin penting, apalagi dengan Austin Reaves yang diperkirakan akan absen selama sebulan. Jika ia tetap sehat, statistik LeBron bisa saja meningkat.
Karena itu, kecil kemungkinan LeBron akan melewatkan All-Star Game untuk kedua kalinya dalam kariernya.
(BA/GN)
sumber : sports.yahoo.com
Leave a comment