Kehilangan Besar Olahraga: Lenny Wilkens Meninggal Dunia di Usia 88 Tahun
Lenny Wilkens, seorang playmaker ulung yang dikenal sebagai pemain dan pelatih hebat, meninggal dunia pada hari Minggu. Ia berusia 88 tahun.
Karier Cemerlang sebagai Pemain dan Pelatih
Dalam karier bermain selama 15 tahun, Wilkens meraih sembilan kali gelar All-Star dan dua kali menjadi pemimpin liga dalam assist. Dikenal dengan kecerdasan bermainnya yang sangat baik, ia menjalani peran sebagai pemain-pelatih selama empat musim, termasuk tiga musim bersama Seattle SuperSonics dan satu musim bersama Portland Trail Blazers, sebelum sepenuhnya berfokus pada pelatihan. Wilkens membawa Sonics meraih gelar NBA pada tahun 1979 dan dinobatkan sebagai Pelatih Terbaik pada tahun 1994.
Wilkens tercatat memenangkan 1.332 pertandingan yang menjadikannya pelatih dengan jumlah kemenangan ketiga terbanyak sepanjang masa. Ia melatih Sonics, Trail Blazers, Cleveland Cavaliers, Atlanta Hawks, Toronto Raptors, dan New York Knicks sebelum pensiun pada tahun 2005. Selain itu, ia juga memimpin tim AS meraih medali emas di Olimpiade 1996.
Ia termasuk salah satu dari lima orang yang terpilih ke dalam Naismith Basketball Hall of Fame baik sebagai pemain maupun pelatih, bergabung dengan John Wooden, Bill Sharman, Tom Heinsohn, dan Bill Russell.
Pengakuan dari NBA
Komisioner NBA, Adam Silver, menyatakan dalam sebuah pernyataan, “Lenny Wilkens mewakili yang terbaik dari NBA—sebagai pemain Hall of Fame, pelatih Hall of Fame, dan salah satu duta terbaik dalam olahraga ini.” Wilkens juga diakui sebagai salah satu dari 75 pemain terbaik dan salah satu dari 15 pelatih terbaik sepanjang masa oleh NBA pada empat tahun lalu.
Awal Kehidupan dan Karier
Wilkens lahir di Brooklyn, kawasan Bedford-Stuyvesant, New York. Ayahnya bekerja sebagai sopir dan meninggal saat Wilkens berusia 5 tahun, sementara ibunya bekerja di pabrik permen. Ia mulai bermain basket di tim sekolah menengahnya pada musim terakhirnya. Seorang pastor setempat menulis kepada direktur atletik di Providence College agar Wilkens diterima meskipun minim pengalaman. Wilkens kemudian menjadi bintang besar pertama di Providence, berhasil membawa timnya ke penampilan pertamanya di NIT pada tahun 1959 dan ke final NIT pada tahun 1960.
Dalam NBA, Wilkens dipilih oleh St. Louis Hawks pada draft tahun 1960. Meskipun mengalami kendala karena kewajiban militer di awal kariernya, ia segera kembali dan membantu timnya mencapai enam kali playoff berturut-turut. Setelah itu, ia dipindahkan ke Seattle SuperSonics, di mana ia tampil gemilang dengan rata-rata 22.4 poin, 6.2 rebound, dan 8.2 assist di musim pertamanya.
Pencapaian dalam Pelatihan
Setelah menjadi pemain-pelatih di SuperSonics, Wilkens menjabat sebagai pelatih penuh waktu dan membawa tim tersebut ke NBA Finals, di mana mereka berhasil memenangkan gelar pada tahun 1979. Pengetahuannya tentang permainan dan kemampuannya untuk memahami pemain muda membuatnya sangat dihormati.
Selama kariernya, Wilkens melatih beberapa tim lainnya dan mencapai playoff bersama mereka. Ia juga mencatat reka yang dulu diperkirakan akan bertahan selamanya ketika melewati Red Auerbach sebagai pelatih dengan kemenangan terbanyak. Meskipun kini Wilkens menempati posisi ketiga dalam hal jumlah kemenangan, prestasinya tetap diakui dan dihormati.
Warisan dan Penghormatan
Pensiun dari dunia pelatihan pada tahun 2005, Wilkens meninggalkan warisan yang tidak terlupakan. Dia memfokuskan perhatian pada yayasan yang telah ia dirikan dan tetap dikenang di Seattle sebagai sosok yang membawa gelar pertama bagi SuperSonics. Selama 17 tahun, ia juga menjabat sebagai kepala Asosiasi Pelatih NBA.
Lenny Wilkens dikenang bukan hanya sebagai pelatih legendaris, namun juga sebagai duta olahraga yang selalu menjunjung tinggi semangat kompetisi dan kerjasama dalam tim.
(BA/GN)
sumber : www.espn.com
Leave a comment