Pat Spencer: Dari Lacrosse ke Lapangan Basket
Pat Spencer bukanlah pemain lacrosse yang tiba-tiba terjun ke NBA. Dia memang mengukir prestasi di lapangan lacrosse saat kuliah di Loyola University, Maryland, dan meraih Tewaaraton Award pada 2019 sebagai pemain terbaik di negara ini. Namun, jangan biarkan penampilannya mengelabui Anda.
Spencer adalah seorang pemain basket sejati. Cita-cita dan ambisinya terpatri dalam permainan basket sejak kecil, meski pertumbuhan fisiknya terbilang terlambat. Dengan tawaran beasiswa cepat, ia memilih karir di lacrosse, tetapi akhirnya kembali ke basket, yang merupakan cinta pertamanya.
Perjalanan Karir
Spencer memulai karir basketnya dari titik nol, harus berjuang dari ketidakberuntungan di Northwestern sebelum berpindah ke liga luar negeri. Dari kursi cadangan di Summer League, kini ia menjalani musim kedua sebagai pemain dua arah untuk Golden State Warriors.
Misi Spencer sangat jelas. Tekadnya seperti kumisnya yang mencolok. Sepanjang perjalanan basketnya, ia yakin bisa tampil di level tertinggi. Kini, ia merasa memiliki kewajiban untuk membuktikan kemampuannya. Apalagi dengan cedera quad Stephen Curry, kesempatan itu datang.
Pertandingan Menarik di Philadelphia
Malam pada hari Kamis di Philadelphia, tanpa kehadiran Jimmy Butler dan cedera yang menimpa Draymond Green, Spencer mendapat momen langka dengan bola di tangannya. Ia memanfaatkannya untuk memperkenalkan diri kepada penonton, berteriak, “Saya adalah orang itu!”
Di pertandingan berikutnya, ketika tiga bintang Warriors lagi-lagi absen, Spencer menjadi starter untuk pertama kalinya. Ia mencetak 19 poin dan tujuh assist, termasuk beberapa tembakan krusial di akhir pertandingan, saat Warriors menang 99-94 atas Cleveland Cavaliers. Dengan penampilan itu, ia tidak perlu lagi memperkenalkan dirinya.
“Pelatih melihat bahwa Pat memang orang itu,” kata pelatih Warriors, Steve Kerr. “Kami sudah melihat kompetisinya selama beberapa tahun terakhir. Namun, ia benar-benar meningkatkan tembakan jarak jauh,” tambahnya.
Kompetisi dan Semangat Juang
Spencer adalah pemain yang memiliki semangat tinggi. Menurut rekan setimnya, Trayce Jackson-Davis, “Semua orang yang saya kenal adalah kompetitor, tetapi Pat adalah yang paling emosional.” Warriors sangat membutuhkan ketajaman yang dimiliki Spencer. Harapan tinggi menghantui tim, dan Spencer tidak asal menuntut; ia berjuang mendapatkan apa yang ia inginkan.
Dia adalah pemain yang nyaman dalam situasi permainan cepat, tahu kapan harus menyerang dan ketika harus memberi umpan. Sebagai mantan pemain lacrosse, Spencer tidak ragu untuk menyerang lawan. Ia tahu bagaimana menggunakan tekanan dari lawan untuk menciptakan ruang dalam penyerangan.
Statistik dan Performa
Dalam tiga pertandingan terakhir, Spencer telah mencetak total 52 poin. Ia tidak hanya menunjukkan skillnya, tetapi juga kepiawaiannya dalam mengelola permainan. Dengan setiap langkah di lapangan, ia membuktikan bahwa dirinya bukan sekadar cerita menarik dalam dunia NBA.
Dia sekarang berada di jalur yang tepat untuk dikenal sebagai Pat Spencer yang sebenarnya. Tim Warriors dapat berharap lebih banyak dari kontribusinya di masa mendatang. Kabar baik untuk pendukung tim ketika Spencer terus membuktikan kemampuan yang mengesankan.
(BA/GN)
sumber : www.nytimes.com
Leave a comment