Luka Doncic: Kontroversi di Balik Data Gemilang
Luka Doncic mungkin dikenal sebagai salah satu bintang besar di NBA, tetapi baru-baru ini kritik tajam terhadap permainannya muncul dari mantan pelatih NBA. Terlepas dari catatan impresif yang ditorehkannya, penilaian mantap dari Sam Mitchell, seorang legenda di liga, membawa perspektif baru tentang dampaknya di lapangan.
Percikan Kritik Menjelang Tantangan Besar
Los Angeles Lakers, tim yang sering diasosiasikan dengan Doncic, sedang mengalami masa sulit dengan beberapa hasil buruk terakhir, termasuk kekalahan menyakitkan pada Hari Natal. Momen tersebut membuat banyak pihak mulai meragukan strategi penguasaan bola dan aliran permainan tim. Sementara posisi mereka di klasemen masih tergolong baik, perhatian besar kini tertuju pada performa bintang-bintang tim.
Sam Mitchell Serang Luka Doncic dan Bandingkan dengan Stephen Curry
Dalam sebuah penampilan di SiriusXM NBA Radio, Sam Mitchell dengan tegas mengkritik cara bermain Luka Doncic. Fokus kritiknya terletak pada kurangnya aktivitas Doncic saat tidak menguasai bola dan dampak terhadap rekan-rekannya.
“Luka Doncic tidak bisa bermain basket tanpa bola. Dia tidak memotong, tidak bergerak, tidak melakukan screen. Dia luar biasa saat memegang bola, tetapi tidak melakukan apa-apa untuk membuat rekannya lebih baik saat dia tidak memilikinya. Masalah Lakers adalah, Austin Reaves dan LeBron James juga memiliki pola yang sama,” ungkap Mitchell.
Mitchell kemudian menyoroti perbedaan dengan Stephen Curry, yang dianggapnya lebih efektif dalam memainkan posisi tanpa bola.
“Alasan kita memberikan banyak pujian kepada Steph Curry bukan karena dia adalah point guard tradisional. Dia selalu bergerak dan memotong tanpa bola, yang dapat membuat lawan mengikuti pergerakannya,” tambahnya.
Statistik menunjukkan bahwa Lakers berada di peringkat bawah dalam assist per game, meskipun memiliki efisiensi tembakan yang baik. Hal ini menunjukkan bahwa saat pertahanan fokus pada Doncic di depan, pergerakan tim sering kali terhenti, menjadikan mereka lebih mudah untuk dihadapi lawan.
Siapa Sam Mitchell?
Sam Mitchell adalah mantan pemain dan pelatih yang menghabiskan 13 musim di liga NBA, terutama bersama Minnesota Timberwolves dan Indiana Pacers. Setelah pensiun, ia beralih menjadi pelatih dan menjadi kepala pelatih keenam dalam sejarah Toronto Raptors. Pada musim 2006-07, ia meraih penghargaan NBA Coach of the Year setelah membawa Toronto meraih gelar divisi dan peningkatan signifikan dalam hasil pertandingan. Selain itu, ia juga pernah menjadi asisten dan pelatih sementara di Minnesota serta menduduki berbagai posisi analisis di NBA TV, TSN, dan SiriusXM.
Bagi Lakers, kritik ini datang di waktu yang krusial, dan akan menarik untuk melihat bagaimana mereka merespon tantangan yang ada. Apakah perubahan diperlukan untuk meningkatkan aliran permainan dan memaksimalkan potensi bintang-bintang mereka? Hanya waktu yang akan menjawabnya.
(BA/GN)
sumber : timesofindia.indiatimes.com
Leave a comment