Sejarah Perseteruan LeBron James dan Dillon Brooks
LeBron James telah menghadapi berbagai lawan selama karier terpanjang dalam sejarah NBA. Namun, belakangan ini, perseteruannya dengan Dillon Brooks menjadi salah satu rivalitas yang paling menarik di liga ini.
Awalnya, apa yang dimulai sebagai beberapa momen kompetitif kini telah berkembang menjadi konflik yang berulang setiap kali LeBron dan Brooks berada di lapangan bersama. Playoff NBA 2023 menjadi titik awal dari rivalitas ini, dan setiap pertandingan setelahnya hanya menambah intensitasnya.
Kapan Rivalitas Ini Dimulai?
Babak paling menentukan dalam perseteruan LeBron James vs. Dillon Brooks terjadi saat playoff 2023. Saat itu, Brooks yang bermain untuk Memphis Grizzlies, secara terbuka mengganggu satu di antara pemain paling berprestasi dalam sejarah NBA. Brooks meremehkan James dengan menyebutnya “tua,” dan mengklaim bahwa ia tidak menghormati siapa pun sampai mereka mencetak 40 poin melawannya, seperti yang dilansir oleh The Sporting News.
Reaksi James tidak datang dalam bentuk kata-kata, tetapi melalui penampilannya di lapangan, di mana ia rata-rata mencetak 22,2 poin, 11,2 rebound, dan 5,2 assist, membawa Los Angeles Lakers mengalahkan Memphis dalam enam pertandingan.
Perseteruan ini memang berakar lebih dalam sebelumnya. Pada Januari 2021, James melakukan beberapa tembakan krusial melawan Brooks, yang diakhiri dengan ejekan “terlalu kecil.” Saat itu, tampaknya hanya pertukaran biasa di tengah pertandingan, namun kini terlihat sebagai awal dari obsesi Brooks untuk menantang James baik secara verbal maupun fisik.
Ketegangan meningkat lagi pada Januari 2023, ketika dalam sebuah pertandingan reguler di Crypto.com Arena, Brooks bentrok dengan tokoh televisi Shannon Sharpe sebelum beralih ke James pascakejadian. Brooks mengkritik kecenderungan ofensif James, mengklaim bahwa ia memaksanya bergerak ke kiri dan menutup ruang tembaknya. Saat itu, tidak ada lagi keraguan bahwa rivalitas ini bersifat pribadi, menyiapkan panggung untuk bentrokan di playoff.
Bagaimana Rivalitas Ini Berkembang?
Saat Lakers lolos ke playoff 2023 melalui Play-In Tournament, Brooks secara terbuka menyatakan ingin menghadapi James di seri best-of-seven, berharap dapat mengalahkannya dengan cepat. Harapannya tercapai ketika Los Angeles mengalahkan Minnesota dan bertemu Memphis di putaran pertama. Sejak tip-off pertama, pertandingan dipenuhi emosi dengan puncaknya di Game 2, di mana James akhirnya menanggapi provokasi Brooks dengan jumper fadeaway dan sedikit ejekan.
Walaupun Brooks sempat menikmati momen percaya diri dengan beberapa tembakan tiga poin di Game 2, rivalitas ini semakin memanas. Di Game 3, Brooks diusir dari lapangan setelah melakukan foul Flagrant 2 terhadap James saat membawa bola. Brooks mengklaim bahwa reputasinya sebagai “penjahat” mempengaruhi keputusan wasit, sedangkan James memilih untuk tetap fokus dan tidak terlibat dalam konflik tersebut.
Gambar paling berkesan dari seri ini terjadi di Game 4. Saat Brooks membela James, ia mencetak basket penyeimbang di akhir waktu reguler dan kemudian berhasil mencetak and-one di perpanjangan waktu, membuat Lakers unggul 3-1. Setelah kekalahan, Brooks lagi-lagi menolak memberikan keterangan kepada media, sebuah tindakan yang berujung pada denda $25,000 dari NBA. Ketika seri berakhir dalam enam pertandingan, James menyimpulkan rivalitas ini dengan sebuah unggahan di Instagram, berbagi foto dirinya yang sedang mengembangkan otot dengan caption, “Jika kamu pernah melihatku bertarung di hutan dengan beruang Grizzly, BANTU BERUANGNYA.”
Perseteruan ini tidak mereda saat offseason. Setelah Brooks menandatangani kontrak selama empat tahun senilai $80 juta dengan Houston Rockets, ia kembali menghangatkan rivalitas ini menjelang pertandingan pertamanya di musim 2023-24 dengan James, menyatakan ia siap untuk “mengunci” James.
James kembali memilih untuk bersikap tenang, dengan memuji Brooks atas kontraknya dan mengakui etos kerjanya sejak kuliah, meskipun pertemuan di lapangan tetap tegang.
Insiden Terbaru
Tensi tersebut kembali memuncak dalam pertandingan selanjutnya di Phoenix, di mana semangat kompetisi Brooks sekali lagi melampaui batas. Setelah mencetak tembakan tiga poin penentu menjelang akhir kuarter keempat, Brooks terlibat ketegangan dengan James, yang mengakibatkan kartu teknik kedua dan pengusiran.
Insiden ini mengubah arah permainan kembali ke Lakers, di mana James berhasil mencetak free throw penting dan menutup pertandingan dengan penyelamatan defensif. Ini menjadi contoh lain bagaimana intensitas Brooks, meskipun efektif pada saat tertentu, sering kali menguntungkan James.
Dengan umur yang mendekati 41 tahun, James menunjukkan performa luar biasa dengan mencetak 26 poin dalam pertandingan tersebut, sambil terus berhadapan dengan kontak fisik yang konstan. Rivalitas ini tentu saja akan berlanjut, meskipun James mungkin sudah mulai memikirkan pensiun.
(BA/GN)
sumber : clutchpoints.com
Leave a comment