Skandal Besar di NBA: Ketika Olahraga Ternama Terjerat Jaringan Kriminal
NBA kini tengah menghadapi salah satu skandal terbesar dalam sejarahnya. Fokus berita memang sering tertuju pada nama-nama bintang yang terlibat, namun ada cerita yang lebih dalam mengenai kejahatan terorganisir dan jaringan yang menjangkau jauh di luar lapangan basket.
Penangkapan dan Keterlibatan Mafia
Bulan ini, penyidik federal mengumumkan lebih dari 30 penangkapan terkait dengan praktik ilegal yang melibatkan orang-orang penting di dunia basket profesional dan anggota keluarga mafia paling terkenal di New York. Laporan dari The New York Times mengungkap adanya jaringan perjudian bawah tanah yang melibatkan keluarga Bonanno, Gambino, Genovese, dan Lucchese, yang merekrut orang dalam NBA untuk memberi kredibilitas pada permainan poker dan operasi judi.
Individu yang Terlibat
Di antara mereka yang dikenakan dakwaan adalah pelatih Portland Trail Blazers, Chauncey Billups, penjaga Miami Heat, Terry Rozier, dan mantan pemain NBA, Damon Jones. Jaksa federal mengklaim bahwa kelompok ini berpartisipasi dalam permainan poker yang diatur dengan bantuan peralatan canggih, termasuk meja kartu X-ray dan mesin pengocok yang dimanipulasi untuk menipu pemain.
Struktur Kriminal yang Terabaikan
Sementara banyak berita berfokus pada kejatuhan para bintang NBA, sangat sedikit yang mengeksplorasi infrastruktur kriminal di balik operasi ini. The Guardian mencatat bahwa keluarga Bonanno, Gambino, dan Genovese sebelumnya telah menguasai permainan poker ilegal yang tidak diatur dan kemudian beralih ke permainan yang diatur untuk mengambil keuntungan.
Reaksi dari FBI
FBI mengungkapkan bahwa taktik intimidasi dan kekerasan digunakan untuk menagih utang ketika pemain atau peserta mengalami kerugian besar. Sayangnya, narasi publik lebih tertuju pada atlet, bukan pada jaringan kriminal yang memungkinkan situasi ini terjadi.
Panggilan untuk Pertanggungjawaban
Seiring dengan skandal ini, otoritas federal kini mengalihkan perhatian kepada pimpinan NBA. Komisaris NBA, Adam Silver, diharapkan untuk memberikan kesaksian di hadapan Kongres terkait dakwaan ini. Sebuah surat dari Komite Energi dan Perdagangan House meminta briefing resmi dengan Silver sebelum 31 Oktober, guna memahami bagaimana korupsi sebesar ini bisa terjadi di bawah pengawasan liga.
Suara Pemain NBA
Pemain NBA juga menyampaikan kekecewaan mereka tentang bagaimana skandal ini lebih cepat beralih dari korupsi struktural menjadi narasi yang berkaitan dengan pemain. Forward Celtics, Jaylen Brown, mengungkapkan, “Saya pribadi melihat dunia ini diperkenalkan beberapa tahun lalu, dan saya rasa mereka tidak mempertimbangkan pemain, terutama dengan energi dan perilaku seputar perjudian yang berhubungan langsung dengan kami.”
Dampak dan Masa Depan
Para ahli hukum menilai bahwa skandal ini adalah ujian besar bagi NBA dan regulator federal, terutama saat perjudian semakin dianggap normal melalui sponsor liga dan aplikasi mobile. Jika kelompok-kelompok kejahatan terorganisir dapat menyusup ke dalam ruang ini dengan memanfaatkan hubungan dengan atlet, ini bukan hanya mengancam citra liga, tetapi juga integritas olahraga profesional itu sendiri.
Seiring dengan berlanjutnya penyelidikan, masih banyak pertanyaan mengenai seberapa banyak NBA sudah mengetahui dan apakah pengawasan federal dapat mengikuti perkembangan dalam dunia olahraga yang semakin terhubung dengan perjudian. Saat ini, fokus publik tetap pada para pemain, tetapi cerita yang lebih dalam mungkin sedang berlangsung di balik layar, di mana jaringan kriminal terus bermain di tengah permainan.
(BA/GN)
sumber : chargerbulletin.com
Leave a comment