Steve Kerr dan Perjalanan Golden State Warriors Meraih Kesuksesan
Golden State Warriors telah membangun dinasti yang sah dengan meraih tiga gelar juara dalam lima tahun dan empat gelar dalam delapan tahun. Namun, waktu tidak berpihak kepada inti juara Golden State. Steph Curry kini berusia 37 tahun, Draymond Green 35 tahun, dan Klay Thompson sudah tidak lagi berada dalam organisasi. Pelatih kepala Steve Kerr, yang telah mengoleksi sembilan gelar sebagai pemain dan pelatih, kini berada di tahun terakhir kontraknya.
Perbincangan Bersama Zena Keita
Kerr berbincang dengan Zena Keita dari “The Athletic Show” untuk membahas perjalanan Warriors dalam meraih gelar lagi dan kenangan terbaiknya selama masa keemasan Golden State.
Pencarian Gelar yang Terhenti
Warriors menemukan semangat baru setelah mengakuisisi Jimmy Butler lewat trade musim lalu dan berhasil mengalahkan Houston Rockets yang berada di posisi kedua di putaran pertama playoff. Namun, nasib buruk menimpa ketika Curry mengalami cedera hamstring pada seri berikutnya melawan Minnesota Timberwolves, membuat musim mereka berakhir dengan cepat. Kerr mengungkapkan bahwa dia menikmati setiap momen yang ada bersama Curry dan Green.
“Yang terpenting adalah usaha saat kalian berada di dalamnya,” kata Kerr. “Kita semua tahu tentang budaya cincin juara. Namun, ada keindahan dalam perjuangan dan pencarian.”
Bersama Sejak Lama
Kerr telah bersama Curry dan Green selama 12 musim, yang merupakan waktu yang luar biasa untuk sebuah hubungan pemain-pelatih. Dia bahkan sudah mengamati Curry sejak lebih lama lagi, saat ia melihatnya bermain pada tahun kedua di Davidson bersama scout Phoenix Suns, Bruce Fraser, ketika Kerr menjabat sebagai manajer umum Suns. Fraser kini merupakan asisten pelatih dalam staf Warriors dan memiliki hubungan dekat dengan Curry.
“Kami terpesona oleh keterampilan dan karisma yang dimiliki Curry. Kami berpikir, kemungkinan dia akan menjadi pengganti Steve Nash,” jelas Kerr.
Awal Kerja Sama
Pada tahun 2014, Kerr mendapatkan kesempatan untuk melatih Curry setelah diangkat sebagai pelatih kepala Golden State. Warriors telah mencapai playoff dalam dua musim berturut-turut di bawah arahan Mark Jackson, tetapi Kerr dihadirkan untuk membawa tim ke level yang lebih tinggi. Di musim pertamanya, Golden State berhasil meraih gelar juara.
“Saat saya datang lima tahun setelah Curry didraft, dia sudah dikenal sebagai All-Star. Tujuan saya adalah membantunya menjadi lebih baik dan memenangkan gelar, dan kami berhasil melakukannya di tahun pertama,” kenang Kerr.
Prestasi Bersama Tim Nasional
Curry kini memasuki musim NBA ke-17. Bersama LeBron James dan Kevin Durant, mereka menjadi salah satu pemain terbaik di liga. Kerr juga memiliki pengalaman melatih Curry, James, dan Durant saat membela Tim Nasional AS di Olimpiade Paris 2024, di mana mereka meraih medali emas. Dia terkesan melihat kemampuan Curry di panggung dunia.
“Yang akan selalu saya ingat adalah saat LeBron dan Kevin menyerahkan bola kepada Steph. Itu menunjukkan rasa hormat mereka kepadanya dan jenis pemain basket yang mereka miliki,” ungkap Kerr.
Pentingnya Keberuntungan dalam Pembentukan Dinasti
Kerr menyadari peran setiap individu dalam organisasi Warriors selama perjalanan ini, tetapi juga mengakui pentingnya faktor keberuntungan dalam membangun sebuah dinasti. Warriors membutuhkan waktu yang lama untuk menemukan pemain generasi seperti Curry.
“Warriors tidak pernah memiliki pemain seperti Steph selama 40 tahun. Oleh karena itu, kita perlu beruntung dalam NBA,” tambah Kerr.
Melihat Masa Depan
Kerr tidak yakin apakah Warriors masih memiliki kesempatan untuk meraih kesuksesan lagi, mengingat daftar pemain yang lebih tua dan cedera yang awalnya mengganggu musim ini. Namun, mereka memiliki harapan setelah mencapai semifinal konferensi pada musim lalu sebelum Curry cedera.
“Saya tidak akan pernah meninggalkan Steph Curry,” tegas Kerr.
Untuk menyaksikan “The Athletic Show”, Anda bisa mengaksesnya di Fire TV dan platform podcast lainnya.
(BA/GN)
sumber : www.nytimes.com
Leave a comment