Analisis Pertandingan: Warriors Kalah dari Raptors akibat Turnover
Tiga Kuarter yang Menegangkan
Di bawah satu menit menjelang akhir kuarter ketiga, Golden State Warriors sedang unggul 10 poin saat mengunjungi Toronto. Dalam momen itu, bola dioper ke Gary Payton II untuk mengatur serangan. Namun, yang mengejutkan, Payton yang bukan merupakan penggawa dengan kemampuan menggiring bola terbaik justru bertindak sebagai pengatur permainan.
Keputusan ini mungkin diambil Steve Kerr lantaran kehilangan De’Anthony Melton, salah satu penjaga yang dikenal mahir dalam menggiring bola. Pat Spencer juga bisa mengambil alih tanggung jawab tersebut, tetapi ia tidak dimainkan dalam pertandingan ini.
Kesalahan yang Berujung Malapetaka
Sayangnya, momen yang seharusnya biasa ini berakhir dengan turnover yang memalukan. Ketika mendapatkan tekanan dari Ja’Kobe Walter, Payton terjatuh dan kehilangan bola, yang langsung dimanfaatkan untuk mencetak dua poin oleh Walter. Ini adalah bagian dari 35 poin yang didapat Raptors dari 20 turnover yang dibuat oleh Warriors.
Turnover Payton ini menjadi pemicu bagi Raptors untuk menerapkan tekanan penuh-court terhadap Warriors. Mereka mencoba menguji seberapa baik Warriors dapat menghadapi tekanan ini.
Ujian Berat untuk Warriors
Serangkaian kesalahan pun dilakukan Warriors. Pada satu momen, Jimmy Butler terjebak saat menggiring bola di tepi lapangan dan harus mengoper dengan terburu-buru, yang berujung pada turnover.
Setelah kesalahan Butler, Brandin Podziemski melakukan kesalahan serupa. Dengan keunggulan lima poin dan 1:32 menit tersisa, tekanan kembali dilancarkan Raptors. Will Richard, dalam posisi sulit, juga kehilangan bola. Bahkan Stephen Curry yang mencetak 39 poin pun tidak luput dari jebakan garis samping, yang berakibat pada defleksi dan turnover lainnya.
Kritik Terhadap Strategi
Setelah pertandingan, Steve Kerr mengakui kekacauan yang terjadi, “Di akhir kuarter ketiga dan keempat, kami hanya terpecah. Saya harus lebih baik dalam mengorganisasi tim saat situasi seperti itu. Mereka meningkatkan tekanan dan kami tidak dapat menghadapinya dengan baik.”
Kerr juga menyadari bahwa penting untuk menghindari jebakan di pinggir lapangan. Tampaknya para pemain gagal menerapkan prinsip dasar ini, saat mereka terus-menerus menghadapi situasi berbahaya di tepi lapangan.
Sebagai tambahan, Kerr seharusnya mempertimbangkan untuk menambahkan Spencer ke dalam permainan untuk memperbanyak jumlah penggiring bola yang dapat membuat keputusan di bawah tekanan.
Turnover Kritis dari Draymond Green
Salah satu turnover yang paling merugikan datang dari Draymond Green dalam skenario yang sudah direncanakan setelah timeout. Dalam situasi krusial dan down satu kepemilikan, Green seharusnya memperluas opsi, namun malah terfokus pada Butler yang berada dalam posisi sulit untuk menerima bola.
Lebih baik lagi jika Green memilih membuka opsi lain, karena Will Richard justru dalam posisi terbuka setelah gerakan Butler.
“Saya menyalahkan diri saya, saya mencoba menjalankan permainan backdoor di mana Steph memberikan screens untuk Jimmy. Saya harus lebih baik dalam mengatur situasi ini agar mereka mendapatkan ruang,” kata Kerr.
Kesimpulan
Walaupun strategi Kerr mungkin tidak sepenuhnya salah, eksekusi yang buruk ditambah dengan keputusan suboptimal dari Green memberikan dampak besar pada hasil akhir. Sepertinya Warriors perlu belajar dari kesalahan ini agar tidak terjebak dalam situasi yang sama di pertandingan mendatang.
(BA/GN)
sumber : www.goldenstateofmind.com
Leave a comment