LeBron James: Kembali ke Cleveland Makin Realistis?

Bintang Lakers LeBron James (kiri) dan bintang Cavs Donovan Mitchell
Sejak beberapa tahun lalu, gagasan LeBron James mengakhiri kariernya di Cleveland mulai terlihat lebih realistis. Brian Windhorst, seorang jurnalis senior NBA di ESPN, menyebutkan bahwa keputusan James selanjutnya bisa melibatkan hanya dua tim, dengan Cleveland Cavaliers kembali menjadi pilihan yang kuat. Dengan status free agent yang tak terbatas mendekati akhir karir Hall of Fame ini, banyak pengamat liga menganggap bahwa kepulangannya ke Ohio menjadi pilihan yang emosional dan layak dipertimbangkan.
Pertimbangan Ekonomi dalam Keputusan LeBron
Windhorst menekankan bahwa faktor ekonomi, bukan performa, menjadi penentu utama langkah James ke depan. Ia mengatakan, “Anda tidak bisa memiliki tim dengan tiga gaji besar jika ketiga pemain tersebut tidak tampil luar biasa. Tidak realistis bagi seorang pemain berusia 41 tahun, meskipun dia adalah atlet terbaik di usianya, untuk mendapatkan gaji seperti yang dia terima sekarang.”
James akan menjadi free agent tak terbatas setelah musim ini. Meskipun dia masih tampil di level tinggi, bisa jadi tahun depan menjadi momen pertama sejak 2010 dimana ia tidak mendapatkan kontrak maksimal.
Lakers Membangun Tim Sekitar Luka Dončić
Kemungkinan James bertahan di Los Angeles Lakers tetap ada, tetapi harus dengan syarat finansial yang baru. Lakers telah menghabiskan offseason lalu untuk memprioritaskan fleksibilitas dalam merombak roster mereka di sekitar Luka Dončić, yang dianggap sebagai pusat jangka panjang tim. Menurut ahli gaji ESPN, Bobby Marks, Los Angeles diproyeksikan memiliki ruang gaji hingga $50 juta.
Namun, fleksibilitas ini datang dengan risiko. Bintang muda Austin Reaves diperkirakan akan meminta kontrak lebih dari $40 juta per tahun, yang menjadi masalah jika James kembali dengan gaji saat ini. “Jika dia ingin menjadi Laker, dia tidak bisa melakukannya dengan gaji $50 juta,” jelas Windhorst.
Daya Tarik Penuh Emosi ke Cleveland Cavaliers
Jika James memilih untuk meninggalkan Los Angeles, daya tarik emosional dari Cavaliers mungkin sulit untuk diabaikan. Laporan berkembang pada bulan November ketika Zach Lowe dari The Ringer menyebutkan bahwa tim-tim di liga sedang mendiskusikan kemungkinan tur perpisahan James.
“Saya tahu ada orang di Cavs yang tertarik dengan ide ‘Anda ingin melakukan tur pensiun?’,” ungkap Lowe. “Ada pula tim lain yang mungkin ingin memberikan kesempatan itu.” Cleveland sepertinya menjadi tujuan yang paling puitis untuk akhir karir seorang legenda.
Akhir yang Indah di Cleveland?
James terpilih sebagai nomor satu oleh Cavaliers di NBA Draft 2003, mengubah franchise yang sebelumnya kesulitan menjadi penantang tetap. Ia membawa Cleveland ke lima penampilan playoff dalam tujuh musim sebelum pergi, lalu kembali pada 2014 untuk memberikan gelar juara pertama bagi kota tersebut setelah 52 tahun dengan kemenangan di Final NBA 2016.
Musim terakhir di Ohio, tempat karir legendarisnya dimulai, akan menjadi momen penuh makna yang jarang terjadi dalam olahraga modern. Apapun keputusan James nanti—tetap di Lakers atau pulang ke Cleveland—para pengamat sepakat bahwa langkah selanjutnya akan lebih dipengaruhi oleh warisan daripada status superstar. Di usianya yang ke-41, babak akhir mungkin akan lebih berfokus pada di mana LeBron James ingin mengakhiri kisahnya, bukan berapa banyak uang yang dia dapatkan untuk menulisnya.
(BA/GN)
sumber : heavy.com
Leave a comment