Kembalinya Charles Bediako: Pergi ke Sekolah Lagi?
Kolom ini adalah pendapat pribadi.
Film olahraga favorit saya adalah “Back to School,” sebuah film dari tahun 80-an yang dikenal dengan nuansa sinematiknya yang unik.
Film ini dibintangi oleh komedian legendaris, Rodney Dangerfield, yang memerankan seorang ayah paruh baya yang menyusup ke kampus. Ia kemudian menjadi pahlawan tim menyelam berkat aksi menawannya, Triple Lindy.
Realita Seperti Film
Awalnya, saya mengira plot cerita ini terlalu konyol untuk dijadikan nyata. Namun, saat ini, kita sudah melihat momen yang mirip ketika pemain bola basket profesional, Charles Bediako, berusaha kembali ke sekolah untuk mengulang masa kejayaannya. Bediako terakhir kali bermain untuk tim Alabama pada tahun 2023, dan kini ia mengajukan gugatan terhadap NCAA untuk mendapatkan kesempatan bermain lagi.
Sudah Tentu Konyol?
Kami mungkin berpikir ide ini konyol, namun situasi di basket perguruan tinggi kini terasa seperti komedi tahun 80-an. Saya percaya Bediako berhak untuk kembali bergabung dengan tim Alabama di tengah musim. Ia dapat memberikan kontribusi yang sangat dibutuhkan tim ini untuk meraih keberhasilan di turnamen NCAA.
Tindakan Hukum Bediako
Bediako sedang mengajukan perintah sementara agar ia bisa tampil bersama Crimson Tide. NCAA menolak Bediako bermain karena status kontrak dua jalurnya dengan tim NBA. Jika Bediako menang, kemungkinan besar akan ada banyak pemain muda dari NBA yang ingin kembali bermain di perguruan tinggi.
Namun, apa bedanya pemain profesional dari Eropa yang bermain di basket perguruan tinggi dengan Bediako yang kembali ke kampus untuk satu semester? Itu yang kini menjadi perhatian pengadilan, dan Bediako nampaknya memiliki kasus yang kuat.
Performa Texas A&M
Jika kita melihat performa Texas A&M di musim ini, pelatih baru, Bucky McMillan, harus merombak seluruh skuatnya dan melakukannya dengan cara yang kreatif. Saat ini, Texas A&M berada di posisi kedua klasemen SEC, hanya terpaut satu poin dari juara bertahan, Florida.
Langkah paling cerdas McMillan adalah merekrut Ruben Dominguez dari EuroLeague, yang saat ini mencetak 45,59 persen dari tembakan tiga angka, menjadi yang ketiga terbaik di SEC.
Ketidakadilan di NCAA
NCAA mengizinkan Dominguez bermain untuk Texas A&M, sementara Bediako tidak diizinkan? Mengapa? Karena suatu aturan yang aneh mengenai kontrak dua jalur NBA. Dominguez sudah berstatus profesional selama bertahun-tahun, dan sangat mungkin dia bisa direkrut oleh tim NBA kapan saja.
Sementara itu, Bediako diperlakukan bagaikan Rodney Dangerfield oleh NCAA; tidak mendapat penghormatan. Ia pun pergi dari dunia pro tanpa pernah bermain di NBA, dan sekarang ingin kembali ke sekolah untuk mendapatkan gelar.
Dampak Hukum Bediako
Bediako kini menunggu keputusan pengadilan sambil berharap untuk bisa bermain di pertandingan melawan Tennessee. Apakah akan ada perubahan besar yang terjadi di NCAA? Tanpa ragu, saya berharap Alabama menjadi tim yang bisa menelanjangi aturan NCAA yang kaku ini.
Pelatih John Calipari dari Arkansas baru-baru ini mengkritik keputusan NCAA yang membolehkan pemain pro untuk bermain di perguruan tinggi. Namun, banyak yang mengingat bahwa ia dulu juga terlibat dalam praktik kurang baik di Kentucky dan Memphis.
Akhir Kata
Bediako tidak hanya ingin bermain, tetapi juga berusaha menyelesaikan pendidikannya. Sangat jelas ia tidak perlu banyak mencetak poin, yang penting adalah kontribusinya dalam mengamankan rebound.
NCAA sebelumnya telah kehilangan banyak pertempuran hukum terkait dengan pembayaran untuk nama, citra, dan hak. Saatnya bagi NCAA untuk berefleksi; biarkanlah Bediako bermain dan jalani kehidupan kampusnya.
Selamat untuk Bediako atas usahanya untuk kembali ke sekolah.
Survei Pembaca
Ada pertanyaan untuk kami? Ingin berbagi pendapat? Kirimkan email kepada kami untuk menyampaikan apa yang ada di benak Anda. Suara Anda penting bagi kami!
(BA/GN)
sumber : www.al.com
Leave a comment