Allen Iverson Dituduh Mengabaikan Anak-Anak Sakit Dalam Kunjungan ke Australia
Kunjungan seharusnya menjadi momen bahagia bagi Allen Iverson di Australia, kini justru menyisakan kesedihan bagi anak-anak yang berharap mendapatkan kenangan indah. Kegiatan tersebut ditujukan untuk memberikan kebahagiaan kepada anak-anak yang sedang berjuang melawan kanker, tetapi pengalaman itu tidak sesuai harapan.
Kunjungan yang Mengharukan
Iverson hadir di Melbourne untuk acara amal yang melibatkan anak-anak penderita kanker. Bagi banyak keluarga, kesempatan ini adalah harapan di tengah perjuangan yang melelahkan. Namun, pengalaman di lapangan justru berujung mengecewakan.
Seorang orang tua yang hadir membagikan pengalaman melalui sebuah postingan di Reddit. Mereka diberitahu bahwa anak-anak bisa berbicara langsung dengan Iverson, bertanya, dan meminta tanda tangan. Sayangnya, kenyataannya jauh dari harapan, dimana mereka harus menunggu berjam-jam tanpa kejelasan.
“Kami diberitahu bahwa dia sedang ‘tidak baik-baik saja’ dan tidak ingin keluar,” tulis orang tua itu. “Anak-anak ini adalah penderita kanker, sudah lebih dari cukup mereka melewati hari-hari buruk.”
Harapan yang Tidak Terwujud
Ketika Iverson akhirnya muncul, momen yang dinantikan oleh banyak keluarga tidak terwujud. Menurut orang tua tersebut, “Anak-anak hanya mendapatkan foto. Dia tidak mengucapkan sepatah kata pun, tidak ada sapaan, tidak ada percakapan, tidak ada tanda tangan. Tidak ada yang dilakukan.”
Banyak anak meninggalkan acara dengan perasaan bingung dan hancur. Seorang keluarga bahkan mengemudikan kendaraan selama enam jam untuk menghadiri acara tersebut, hanya untuk melihat bahwa momen yang mereka harapkan tidak ada.
Respons dari Andrew Bogut
Kasus ini menjadi sorotan publik ketika Andrew Bogut, mantan juara NBA dan kini pelatih asisten Sydney Kings, memberikan komentar dengan keras. Dia menulis di media sosial: “Manusia yang absolut tidak peduli.” Dia juga mengajak siapapun yang mengenal keluarga yang terlibat untuk menghubungi mereka.
Reaksi yang Muncul
Walaupun beberapa penggemar lainnya melaporkan tentang pembatalan acara meet-and-greet dan antrian panjang, momen charity ini menjadi fokus utama kritik. Ketidakpuasan ini bukan hanya karena masalah jadwal atau logistik, melainkan tentang anak-anak yang berharap mendapatkan perhatian dan kasih sayang, tetapi justru pulang dengan kekecewaan.
Sampai saat ini, Iverson dan timnya belum memberikan pernyataan resmi. Yang tersisa adalah keluarga yang kecewa, sejumlah anak-anak yang kehilangan harapan, serta sebuah tur yang akan dikenang karena mereka yang layak mendapatkan yang lebih baik.
Kesimpulan
Insiden ini memberikan dampak negatif bagi citra Iverson, yang selama ini dikenal sebagai salah satu legenda basket. Semoga ke depannya, Iverson dapat memperbaiki hubungan dengan para penggemar dan terutama anak-anak yang mengharapkan sosok inspiratif. Kegiatan amal seharusnya memberikan kebahagiaan, bukan kekecewaan.
(BA/GN)
sumber : ca.sports.yahoo.com
Leave a comment