Luka Dončić Terus Dominasi Meski Diperdebatkan untuk MVP
Luka Dončić telah menunjukkan peningkatan yang signifikan di tengah performa akhir musim Los Angeles Lakers, semakin memperkuat posisinya sebagai pencetak poin paling produktif di liga. Namun, meskipun tampil mengesankan, analis olahraga Chris Mannix dari Sports Illustrated tidak memasukkan Dončić dalam kandidat MVP “tier 1” karena alasan peringkat defensif yang dinilai buruk.
Kontroversi Terhadap Penilaian Chris Mannix
Dončić dan timnya memang mengalami pasang surut, tetapi mereka berhasil mengatasi masalah pertahanan dan serangan yang tidak merata untuk kini berada di posisi ketiga klasemen Wilayah Barat dengan rekor 48-26. Lakers sendiri telah mencatatkan 14 kemenangan dari 16 pertandingan terakhir mereka, termasuk kemenangan penting melawan Denver Nuggets, Minnesota Timberwolves, Houston Rockets (dua kali), dan New York Knicks. Selama periode ini, yang dimulai sejak 28 Februari, Lakers memiliki peringkat ofensif di enam besar (121,3) dan peringkat defensif di sepuluh besar (111,7).
Sementara itu, Dončić mencetak rata-rata 36,5 poin per game dalam 16 pertandingan terakhir, meningkatkan rata-rata poinnya menjadi 33,7 per malam, yang lebih dari dua poin di atas pemain peringkat kedua.
Walaupun demikian, dalam episode terbaru “Open Floor: SI’s NBA Show,” Mannix tetap pada pendirian bahwa Dončić tidak memiliki peluang serius untuk MVP. Ia berkata, “Luka Dončić berada di tier kedua. Saya tahu pasti akan ada kritik karena mengategorikannya di tier kedua, terutama karena dia sangat luar biasa dalam serangan. Namun saya tidak bisa mengabaikan angka defensifnya.”
Ia menambahkan, “Angka defensif Luka tahun ini mencapai 115,6, yang menempatkannya di peringkat 119 dari 180 pemain yang memiliki lebih dari 25 pertandingan tahun ini. Artinya, dia termasuk salah satu pemain defensif terburuk di liga, dan ketika persaingan ketat seperti ini, itu harus diperhitungkan.”
Mannix selanjutnya menyebutkan Shai Gilgeous-Alexander, Victor Wembanyama, Nikola Jokić, dan Jaylen Brown sebagai pemain yang ia pertimbangkan untuk mendapatkan suara MVP.
Chris Mannix mengeluarkan Luka Dončić dari tier 1 kandidat MVP karena peringkat defensifnya yang buruk
— StatHunter (@stat_hunter) 30 Maret 2026
Pernyataan Mannix langsung menjadi viral dengan banyak pengamat dan penggemar di platform X mempertanyakan logika di balik penalti terhadap Dončić hanya berdasarkan statistik defensif tim. Beberapa menyebutkan bahwa Jokić memiliki kemampuan bertahan yang setara tetapi tetap berada di tim yang tertinggal dari Lakers.
Kritik terhadap Mannix muncul dari berbagai pihak, menggarisbawahi bahwa rating defensif adalah statistik tim yang tidak bisa sepenuhnya diatributkan kepada individu. Misalnya, penulis Lakers Darius Soriano mencatat, “Rating defensif tim mengukur seberapa banyak poin yang diizinkan per 100 kepemilikan saat seorang pemain berada di lapangan. Ini adalah metrik yang sangat dipengaruhi oleh tim.”
Beberapa pengamat bahkan mengungkapkan ketidakpuasan dengan penilaian yang mengabaikan kontribusi ofensif luar biasa Dončić yang tampaknya membawa timnya ke posisi yang baik saat ini.
Dampak dan Konteks
Apabila rata-rata poin Dončić terus tergolong stabil dan Lakers meraih setidaknya dua kemenangan lagi, ini bisa menjadi musim keduanya di mana ia mencetak lebih dari 33 poin per game di tim pemenang 50 pertandingan tanpa meraih gelar MVP. Sebelumnya, hal yang sama terjadi di musim 2023-24 ketika ia berhasil membawa Dallas Mavericks ke final NBA.
Jika kembali mengalami snub dalam perburuan MVP musim ini, Dončić tentunya akan memiliki motivasi ekstra untuk membuktikan kapabilitasnya dan memimpin timnya dalam playoff yang mendatang.
(BA/GN)
sumber : www.profootballnetwork.com
Leave a comment