Scottie Barnes Tidak Masuk Top 20 Voting All-Star, Namun Tetap Tenang
TORONTO – Scottie Barnes baru-baru ini mengetahui hasil putaran pertama voting fan untuk musim All-Star yang dirilis Senin lalu. Secara mengejutkan, namanya tidak termasuk dalam 20 pemain teratas di Wilayah Timur.
Kinerja yang Mengagumkan
Ketidakberadaan Barnes di antara pemain terbaik ini cukup menggelikan, terutama mengingat ia baru saja mencatat dua triple-double dalam tiga pertandingan terakhir. Ia membukukan 23 poin, 25 rebound, dan 10 assist saat mengalahkan Golden State Warriors, serta 20 poin, 14 rebound, dan 11 assist dalam kekalahan melawan Denver Nuggets.
Toronto Raptors saat ini berada di posisi keempat di Wilayah Timur setelah sebelumnya menghuni posisi ke-11 musim lalu. Barnes sendiri memiliki rata-rata 19,1 poin, 8,6 rebound, dan 5,3 assist dengan tingkat ketepatan tembakan sejati mencapai 58,4 persen. Ia menjadi salah satu dari lima pemain yang mencetak setidaknya 19/9/5 dengan efisiensi tersebut, bersaing dengan nama-nama besar seperti Nikola Jokic, Giannis Antetokounmpo, Luka Doncic, dan Jalen Johnson. Empat pemain lainnya hampir dipastikan mendapatkan tempat di All-Star Game dan status All-NBA, asalkan mereka bermain minimal 65 pertandingan.
Performa Tim Menjadi Kunci
Apakah Barnes akan diajak berdiskusi dalam konteks pemain-pemain elit tersebut tergantung pada performa Raptors sepanjang musim ini. Namun, saat ini ia adalah salah satu dari 12 pemain di Wilayah Timur yang pantas mendapatkan pengakuan All-Star.
Reaksi Barnes
Menanggapi hasil voting tersebut, Barnes tidak tampak terlalu khawatir. Ketika Raptors berlatih menjelang dua pertandingan kandang melawan Atlanta Hawks pada hari Sabtu dan Senin, ia menyatakan, “Saya tidak begitu terkejut. Ini sudah terjadi. Pada akhirnya, saya hanya ingin memenangkan pertandingan. Saya lebih khawatir pada akhir tahun ketika tim All-Defence diumumkan.”
Peluang untuk All-Star dan All-Defence
Tidak ada alasan Barnes tidak bisa mencapai kedua tujuan tersebut: masuk ke All-Star Game untuk kedua kalinya dan masuk tim All-Defence pertamanya. Raptors saat ini merupakan tim dengan pertahanan terbaik kelima di NBA, meski starting centre mereka, Jakob Poeltl, sering absen. Ini bisa memperkuat argumen untuk Barnes.
Selain itu, Barnes memimpin NBA dalam ‘stocks’ (total steals dan blocks), dengan total 100. Ia juga menempati urutan ketujuh dalam deflections. Pelatih Raptors, Darko Rajaković, mengungkapkan rasa kecewanya karena Barnes tidak masuk ke dalam top 20 dan mendorong dukungan fan menjelang putaran voting berikutnya yang akan diumumkan pada 6 Januari.
“Saya bingung,” ujar Rajaković. “Saya sangat kecewa Scottie tidak masuk 20 besar. Kita perlu memperbaikinya. Kanada harus memperbaikinya.”
Statistik Menarik
Barnes bisa membantu pencapaian individu dan timnya jika ia terus mencatat triple-double. Meskipun ia bukan tipe pemain yang mengejar statistik, kemampuan Barnes untuk unggul dalam semua aspek permainan seharusnya memberinya lebih banyak triple-double. Di musim ini, ia telah berhasil mencetak 17 double-double dalam 35 pertandingan, dan berpotensi melampaui 25 double-double yang dicapainya pada 65 pertandingan tahun lalu.
Menghadapi Tantangan Voting
Ada kemungkinan bahwa hasil voting di kalangan media (yang berkontribusi 25 persen) dan voting pemain (25 persen) akan lebih berpihak kepada Barnes. Rekan satu timnya, Brandon Ingram, yang juga merupakan kandidat All-Star, berada di posisi ke-12 dalam voting, menunjukkan bahwa suara-suara dari fans Raptors mulai berdampak.
Kesimpulan
Perjuangan Barnes untuk masuk All-Star Game di Los Angeles kemungkinan besar akan tergantung pada keputusan pelatih di Wilayah Timur. Sukses tim Raptors dan performa defensifnya akan menjadi faktor penentu. Beberapa triple-double tambahan pasti akan meningkatkan peluangnya lebih lanjut.
(BA/GN)
sumber : www.sportsnet.ca
Leave a comment