Identitas Tim Cleveland Cavaliers yang Memudarkan Harapan
Pada Januari lalu, kemenangan Cleveland Cavaliers melawan Oklahoma City Thunder tampak menandakan lahirnya era baru. Tim ini, yang diperkuat oleh dua guard kecil yang dinamis dan pemain besar yang fokus pada pertahanan, sepertinya siap bersaing di level tertinggi. Namun, setelah kekalahan telak 32 poin dari Thunder pada hari Senin, banyak yang mulai meragukan apakah kemenangan tersebut benar-benar titik awal atau hanya puncak sebelum penurunan yang perlahan.
Perbandingan Kualitas Tim
Perbedaan antara Thunder dan Cavaliers terlihat jelas dari segi kualitas pemain. Cleveland hanya memiliki satu pemain di starting lineup yang mampu menghancurkan pertahanan lawan secara langsung, sementara Thunder memanfaatkan kelemahan tersebut. Thunder dengan percaya diri mendorong pemain besar Cleveland, Evan Mobley dan Jarrett Allen, untuk berusaha mencetak poin di area dalam, namun mereka gagal untuk melakukannya secara konsisten.
Dominasi Pertahanan Thunder
Defensif yang ditunjukkan oleh Thunder menggambarkan tim yang mengutamakan aspek tersebut. Mereka selalu hadir di jalur umpan dan berhasil memaksa lawan melakukan kesalahan, sehingga membuat Cavaliers kesulitan untuk menyelesaikan serangan di bawah ring. Berbeda dengan Cavaliers, yang terpaksa harus melakukan pengecekan pada salah satu penembak lemah dari Oklahoma City untuk menutup area, yang akhirnya mengakibatkan Thunder berhasil mengonversi hampir 50% dari peluang tiga poin mereka.
Visi Permainan yang Berbeda
Thunder menunjukkan gaya bermain yang ingin mereka terapkan setiap kali di lapangan, tanpa tergantung pada siapa pun yang berada di lineup. Ini tercipta karena pilihan yang cermat terhadap pemain dengan sifat fisik dan mental tertentu. Sementara itu, Cavaliers tidak memiliki pemain atau gaya permainan yang jelas. Keempat pemain inti mereka—Darius Garland, Donovan Mitchell, Evan Mobley, dan Jarrett Allen—diperoleh dengan langkah yang fokus pada pemain terbaik yang tersedia, tanpa memperhatikan kesatuan keterampilan atau karakter.
Upaya Membentuk Identitas Tim
Mencari pemain berbakat adalah tujuan utama dari front office. Dari perspektif ini, Cleveland mungkin dianggap berhasil. Namun, proses untuk membangun gaya permainan yang koheren ternyata lebih sulit. Cavaliers mendorong fokus defensif yang dipimpin oleh pelatih J.B. Bickerstaff, tetapi mereka menemukan bahwa defensif yang kuat tidak cukup ketika mereka kalah di playoff 2023 dari New York Knicks. Sejak saat itu, mereka berusaha menyeimbangkan serangan dengan mengakuisisi penembak seperti Max Strus, Georges Niang, dan Ty Jerome.
Pada tahun 2024, Cavaliers mengangkat Kenny Atkinson sebagai pelatih kepala untuk mengubah tim menjadi ofensif yang lebih dinamis, tetapi hal itu pun tak membuahkan hasil saat tersingkir dari playoff melawan Indiana Pacers. Alih-alih melanjutkan langkah tersebut, Cavaliers kembali mencari pemain yang dapat bertahan dan bermain di dua sisi lapangan, seperti Lonzo Ball dan Larry Nance Jr., meskipun mereka mengalami kesulitan pada musim ini.
Kendala yang Dihadapi
Seiring dengan berjalannya waktu, Cavaliers tidak dapat menemukan identitas yang jelas. Mereka kekurangan pemain yang kuat dalam pertahanan seperti tiga tahun lalu dan juga tidak memiliki kemampuan menembak yang membuat mereka salah satu tim terbaik di musim reguler tahun lalu. Mereka terjebak dalam situasi sulit, tanpa prinsip yang konsisten untuk diandalkan.
Musim ini masih menyisakan waktu bagi Cavaliers untuk memperbaiki diri. Dengan talenta yang cukup di daftar pemain—ketika semua dalam kondisi bugar—mereka tetap memiliki kesempatan untuk merangkak naik di klasemen. Namun, sulit untuk membangun identitas dengan pemain yang kurang berprestasi dan tidak saling melengkapi menjelang akhir musim.
Kekalahan Terbaru dan Proses yang Berbeda
Kekalahan pada hari Senin tidak terlalu menjadi masalah besar. Cavaliers mengalami malam buruk dalam hal tembakan jarak jauh, sementara Thunder tampil sangat baik dalam hal tersebut. Namun, masalah sebenarnya terletak pada proses yang membawa kedua tim sampai ke titik ini. Thunder, meskipun tanpa dua starter, memiliki pemahaman yang jelas tentang siapa mereka dan disiplin yang diperlukan untuk menjalankan rencana permainan mereka. Sementara itu, Cavaliers tidak mampu berfungsi tanpa point guard utama mereka, dan tidak memiliki pengganti yang dekat dengan kemampuan tersebut.
Memperbaiki masalah ini tidaklah mudah dan tidak ada solusi instan yang dapat menjamin Cavaliers kembali ke jalur kemenangan. Yang jelas, jarak antara juara bertahan dan tim yang dulu setara kini semakin jauh, dan waktu semakin menipis bagi Cavaliers untuk menutup celah tersebut.
(BA/GN)
sumber : www.fearthesword.com
Leave a comment