Charles Bediako Kembali Mampu Bermain untuk Crimson Tide setelah Keputusan Hakim
Charles Bediako, mantan pemain basket pria Alabama, kini bisa kembali berlatih dan tampil untuk tim Crimson Tide. Keputusan ini diambil oleh hakim James H. Roberts Jr. dari Pengadilan Sirkuit County Tuscaloosa pada hari Rabu.
Keputusan Hakim
Hakim memberikan perintah penahanan sementara setelah Bediako mengajukan gugatan terhadap NCAA untuk mendapatkan izin bermain. Perintah tersebut berlaku selama 10 hari, dengan sidang lanjutan untuk permohonan injunksi awal dijadwalkan pada 27 Januari.
Profil Bediako
Bediako, pemain tengah setinggi 7 kaki asal Brampton, Ontario, sebelumnya bermain untuk Alabama selama dua musim dari 2021 hingga 2023, rata-rata mencetak 6,6 poin dan 5,2 rebound dalam 70 pertandingan. Setelah mendeklarasikan diri untuk NBA Draft 2023 dan tidak terpilih, Bediako menandatangani kontrak dua arah dengan San Antonio Spurs dan bermain untuk beberapa tim di G League, terakhir pada Desember 2025. Dia belum pernah tampil dalam pertandingan NBA.
Potensi Kembalinya ke Perguruan Tinggi
Jika Bediako bermain untuk Alabama, ia akan menjadi contoh modern pertama pemain basket perguruan tinggi yang kembali setelah mengabaikan eligibility untuk menyusul NBA Draft. Kejadian ini menambah kompleksitas mengenai siapa yang berhak bermain di atletik perguruan tinggi.
Sikap Universitas dan NCAA
Pihak Universitas Alabama mendukung Bediako dan upayanya untuk kembali berkompetisi sambil menyelesaikan studinya. Sementara itu, NCAA meminta pemerintah untuk campur tangan agar bisa menegakkan aturan eligibility mereka, menyatakan bahwa langkah-langkah untuk menghindari aturan mereka dapat mengurangi peluang bagi siswa sekolah menengah.
Jadwal Pertandingan Selanjutnya
Crimson Tide akan menghadapi Tennessee pada hari Sabtu mendatang, namun pihak tim belum mengonfirmasi apakah Bediako akan bermain.
Konteks Hukum dan Permintaan Bediako
Bediako mempermasalahkan keputusan NCAA yang tidak mengakui permohonan reinstatement-nya, mengklaim bahwa dia akan mengalami kerugian yang tidak dapat diperbaiki jika tidak segera diizinkan untuk bermain. Ia terdaftar sebagai mahasiswa di Universitas Alabama semester ini, yang merupakan semester terakhir di mana ia bisa tergolong layak untuk berkompetisi.
Kasus Bediako menjadi contoh terbaru dari perdebatan yang sedang berlangsung terkait eligibility di atletik perguruan tinggi, banyak pihak yang menyerukan perlunya kejelasan dalam berbagai peraturan yang ada.
(BA/GN)
sumber : www.nytimes.com
Leave a comment