Pengumuman Starter NBA All-Star Game: Kontroversi Dari Anthony Edwards
NBA baru-baru ini mengumumkan daftar starter untuk All-Star Game mendatang, dan sebagian besar tidak mengejutkan. Para pemain yang terpilih tampil sangat baik sepanjang musim 2025–26, mempersiapkan panggung untuk pertarungan yang menarik, asalkan diambil dengan serius. Namun, ada beberapa pemain yang merasa tidak senang dengan keputusan tersebut, dan mereka mungkin memiliki alasan. Salah satunya adalah ketidakberuntungan Anthony Edwards yang tidak terpilih sebagai starter, yang membuat rekan setimnya, Julius Randle, merasa kecewa.
Starter Tim East dan Reaksi Terhadap Pemilihan
Dalam daftar starter Wilayah Timur, tidak ada perdebatan berarti. Jalen Brunson, Cade Cunningham, Tyrese Maxey, Jaylen Brown, dan Giannis Antetokounmpo akan memimpin tim. Namun, pemilihan starter Wilayah Barat mungkin menuai beberapa tanda tanya.
Starter Wilayah Barat terdiri dari Luka Doncic, Stephen Curry, Shai Gilgeous-Alexander, Nikola Jokic, dan Victor Wembanyama, yang dianggap sebagai lineup terbaik saat ini. Sayangnya, Edwards terpaksa merelakan kursi starter setelah kalah dalam pemungutan suara fans yang menentukan, menghadapi Wembanyama. Randle tidak segan-segan menyampaikan pendapatnya tentang situasi ini.
Frustrasi Randle dan Performa Edwards
Walaupun Edwards mungkin tidak terlalu peduli, Randle langsung menyampaikan kekecewaannya di media sosial setelah nama-nama starter diumumkan. Reaksi itu bisa dimaklumi, mengingat Edwards baru saja mencetak 55 poin melawan Wembanyama dan Spurs dalam kekalahan mendebarkan 126–123.
“AE5 adalah starter setiap hari. Masukkan namanya dalam perbincangan MVP juga. Apa kalian melihat pertandingan terakhir?”
— Julius Randle (@J30_RANDLE) 19 Januari 2026
Pembandingan Statistik: Edwards vs. Curry
Wembanyama mungkin berhasil menarik dukungan fans yang mengesampingkan Edwards, tetapi Stephen Curry adalah pemain yang menempati posisi yang sama. Kalah dari Curry tidak akan merugikan nilai Edwards di mata penggemar. Dilihat dari statistik, Edwards rata-rata mencetak 29,6 poin per pertandingan, lebih tinggi dari 27,6 poin milik Curry. Saat ini, Timberwolves menempati posisi ke-4 di Wilayah Barat yang kompetitif, sementara Warriors sedang berjuang untuk masuk ke posisi ke-8.
Dampak Pemilihan Starter
Meskipun Curry telah tampil gemilang dalam memimpin Warriors, hal tersebut tidak mengurangi kualitas permainan Edwards. Di pihak lain, Edwards didukung oleh pemain-pemain seperti Julius Randle, Rudy Gobert, Naz Reid, dan Donte DiVincenzo, yang menjadikan timnya sedikit lebih kuat.
Perlu dicatat bahwa Curry adalah salah satu pemain terbaik dalam sejarah NBA, dan keputusan untuk memilihnya mungkin lebih merupakan keinginan liga untuk melihat “The Chef” tampil di All-Star Weekend lagi, mengingat tidak ada jaminan akan ada kesempatan di masa depan.
Pada akhirnya, ketidakterpilihan ini lebih mencerminkan betapa anehnya proses pemilihan All-Star yang sering kali dipengaruhi oleh faktor warisan, popularitas, dan waktu. Edwards jelas menunjukkan bahwa dia adalah bagian dari masa depan liga, meski pemungutan suara belum sepenuhnya mendukungnya.
Bagi Minnesota, situasi ini mungkin malah menjadi keuntungan. Edwards dikenal tampil lebih baik saat memiliki motivasi tambahan. Jika Timberwolves terus menunjukkan performa baik, tahun depan situasi ini tidak akan menjadi perdebatan. Terkadang, kekurangan ini justru mempercepat proses pengambilalihan.
(BA/GN)
sumber : thesportsrush.com
Leave a comment