Steve Kerr Dikeluarkan dari Pertandingan Melawan Clippers
Pelatih Golden State Warriors, Steve Kerr, harus meninggalkan lapangan setelah dikeluarkan saat timnya kalah dari Los Angeles Clippers pada Senin malam. Kerr sangat marah setelah merasa ada pelanggaran goal tend yang tidak dipanggil, dan ia mendekati wasit dengan emosi yang tidak terkendali. Dalam insiden tersebut, ia bahkan harus ditahan oleh beberapa pemain dan pelatih lainnya, sementara aksi tersebut disiarkan oleh Snoop Dogg di Peacock.
Klarifikasi Setelah Insiden
Usai pertandingan, Kerr menjelaskan kepada media pada hari Rabu sebelum kemenangan timnya melawan Milwaukee Bucks. Ia mengungkapkan bahwa ibunya hadir di pertandingan tersebut dan khawatir ia akan melakukan tindakan yang tidak baik. Kerr memastikan kepada ibunya bahwa semua itu merupakan bagian dari “teatrikal” dan bahwa ia tidak akan melakukan tindakan fisik. Meski begitu, sang ibu tetap merasa cemas.
Reaksi Pemain Terhadap Insiden
Isu ini menarik perhatian media yang kemudian menanyakan kepada Stephen Curry dan Draymond Green tentang pengalaman mereka saat ibu mereka marah terhadap perilaku mereka di lapangan. Curry mengingat kejadian ketika ia menggunakan bahasa kasar selama seri melawan Houston, sedangkan Green memberikan jawaban yang lebih mendalam.
Stephen Curry: “Mungkin saat seri melawan Houston… Saya berkata ini adalah rumah saya langsung ke kamera. Tidak ada alasan untuk membela diri.”
Draymond Green: *Mengeluarkan ponsel dan mulai membaca pesan ibunya.* “Ia menyuruh saya untuk mengadakan pembicaraan serius. Sejak itu, saya menghindarinya. Saya masih merasa takut.” Ia melanjutkan untuk membaca pesan dari ibunya sebelum dan setelah ia dikeluarkan dalam pertandingan.
“Ia mengirim pesan pada hari Sabtu. Semoga permainanmu bagus, tetap fokus. Aku sayang padamu. Setelah saya dikeluarkan, ia bertanya apa yang terjadi?“, kata Green. “Saya menjawab tanpa menjawab. Jadi ini adalah hal yang umum. Setiap pertandingan, ia selalu mengikuti saya tentang tidak dikeluarkan dari pertandingan dan tetap fokus di lapangan tanpa harus terlibat dalam hal-hal yang tidak perlu.”
Kesimpulan
No matter how successful and wealthy one becomes, seorang ibu akan selalu menjadi seorang ibu. Hal ini memberikan perspektif menarik mengenai tekanan yang dihadapi para pemain, tidak hanya di lapangan tetapi juga dalam kehidupan pribadi mereka. Dalam konteks ini, reaksi ibunya tentu menjadi penyemangat yang berharga untuk terus berkinerja baik tanpa menimbulkan masalah di lapangan.
(BA/GN)
sumber : www.si.com
Leave a comment