Tom Izzo Pertimbangkan Tawaran dari Phoenix Suns
Oleh Johnny Askounis
Kesempatan yang Menarik
Legenda Michigan State, Tom Izzo, mengungkapkan bahwa Phoenix Suns hampir berhasil membawanya pergi dari East Lansing selama pencarian pelatih mereka pada tahun 2025. Meskipun memiliki akar yang dalam di dunia bola basket perguruan tinggi, pelatih Hall of Famer ini mengakui bahwa ia mempertimbangkan tawaran dari pemilik Suns, Mat Ishbia, sebelum akhirnya menolak posisi tersebut.
Pertimbangan Izzo
“Saya sudah menerima beberapa tawaran pekerjaan di NBA, dan mempertimbangkan satu tawaran dari Phoenix tahun lalu,” kata Izzo dalam program Dan Patrick Show. “Itu sulit, sangat sulit untuk ditolak.”
Ishbia, yang merupakan bagian dari tim juara nasional Izzo tahun 2000, berusaha untuk menggaet mentor lamanya. Izzo menjelaskan bahwa ikatannya dengan Ishbia menjadi pertimbangan utama, bersamaan dengan kondisi saat ini di dunia atletik perguruan tinggi.
“Pertama, karena saya ingin bekerja bersamanya. Kedua, saya tidak suka dengan apa yang terjadi dalam dunia olahraga perguruan tinggi,” ungkap Izzo.
Pilihan Suns dan Performa Saat Ini
Pada akhirnya, Suns memilih Jordan Ott, alumni Michigan State lainnya. Saat ini, dengan pelatih berusia 41 tahun tersebut, mereka berada di posisi ketujuh di konferensi barat dengan rekor 42-34. Dengan hanya enam pertandingan tersisa di musim reguler 2025-26, Phoenix tampaknya akan berpartisipasi dalam Turnamen Play-In NBA 2026, tertinggal 4,5 pertandingan dari tempat langsung ke Playoff NBA 2026.
Komitmen Izzo dengan Spartans
Sementara itu, Izzo yang berusia 71 tahun tetap berkomitmen kepada Spartans. Setelah meraih kemenangan karirnya yang ke-750 pada Januari dan melampaui Bob Knight untuk rekor kemenangan konferensi Big Ten, ia menegaskan tidak ada rencana untuk pensiun. Meski setelah keluar di Sweet 16 Turnamen NCAA 2026, Izzo tetap fokus untuk mengantarkan Michigan State ke penampilan Final Four yang kesembilan.
Berita mengenai ketertarikan Izzo dari NBA ini memberi gambaran tentang ketatnya dunia pelatihan di liga tersebut dan menunjukkan betapa pentingnya hubungan di dalam olahraga. Hal ini juga menandakan bahwa meski banyak tawaran yang datang, loyalitas dan dedikasi tetap menjadi faktor utama dalam karir seorang pelatih.
(BA/GN)
sumber : www.eurohoops.net
Leave a comment