Perkembangan Jaylen Brown: Dari Sangkaan Hingga Kekuatan di Garis Free Throw
Lebih mudah untuk menyebutkan apa yang tidak bisa dilakukan Jaylen Brown daripada mencantumkan semua kemampuannya saat ini. Musim ini, Brown mengajukan diri sebagai kandidat MVP, namun itu hanya bagian dari perjalanan luar biasa yang telah dilaluinya.
Peningkatan Karir yang Mengagumkan
Sejak dipilih sebagai nomor 3 dalam draft yang sempat diragukan, Brown telah melewati perjalanan yang signifikan. Dari seorang starter, menjadi All-Star yang konsisten, hingga sekarang berperan sebagai pemain terbaik di salah satu tim NBA elit, perubahannya dalam sepuluh tahun terakhir patut mendapatkan pengakuan. Yang lebih menarik, ia terus mengasah keterampilannya untuk menjadi salah satu pemain paling menakutkan di liga.
Kendala pada Free Throw Shooting
Salah satu kelemahan Brown saat memasuki NBA adalah kemampuannya dalam free throw shooting. Meskipun tidak seburuk Shaquille O’Neal, persentase free throw Brown pernah jatuh hingga 64,4%. Ini menjadi batasan bagi permainannya.
Seiring berjalannya waktu, Brown menunjukkan perkembangan. Terakhir kali ia mencetak di bawah 70% dalam free throw adalah pada tahun ketiga, namun ia belum berhasil mengubahnya menjadi kekuatan.
Free Throw Shooting Jadi Kekuatan
Namun, situasi telah berubah. Season ini, Brown mencetak 80,2% dalam free throw, ini adalah yang terbaik dalam kariernya. Meskipun tidak masuk dalam jajaran pengambil free throw terbaik, persentase ini memberikan keyakinan bagi Boston Celtics ketika ia menarik pelanggaran.
Lebih dari itu, perannya sebagai pusat perhatian di Celtics membuatnya semakin sering mendapatkan kesempatan di garis free throw. Ia kini rata-rata melakukan 7,5 kali free throw per pertandingan, yang merupakan hampir 150% peningkatan dari 5,1 kali year lalu.
Dampak pada Permainan dan Tim
Perkembangan seperti ini menunjukkan seberapa jauh Brown telah maju. Meskipun biasanya tidak muncul dalam diskusi mengenai pemain terbaik NBA, performanya musim ini membawanya ke dalam perbincangan tersebut. Usahanya untuk menjadi pemain yang lebih sempurna jelas terlihat.
Meskipun kemungkinan Brown tidak akan meraih penghargaan MVP atau masuk dalam tim All-NBA pertama, kampanye individu ini adalah salah satu yang paling mengesankan dalam sejarah Celtics. Boston tidak akan berada di posisi mereka sekarang jika bukan karena kontribusinya, termasuk peningkatan tekanan yang ia berikan dari garis free throw.
Dengan perbaikan yang dilakukan Brown dari kelemahan yang dahulu ada, kini ia benar-benar menunjukkan kematangan sebagai pemain, dan itu menjadi aset berharga bagi timnya.
(BA/GN)
sumber : hardwoodhoudini.com
Leave a comment