Kelemahan Tembakan Jarak Jauh Cooper Flagg Makin Terlihat
Performa ofensif Cooper Flagg mengalami kemerosotan pada bulan Maret. Flagg, yang memiliki persentase tembakan tiga poin sebesar 27,8% sepanjang musim, hanya berhasil mencetak 18,2% dari percobaan tembakan tiga poinnya di bulan Maret. Di antara 199 pemain dengan setidaknya 40 percobaan tembakan jangka jauh, persentase ini menempatkannya di posisi terakhir. Meskipun di usia 19 tahun memiliki permainan yang canggih dan seimbang, masalahnya dalam tembakan dari luar garis tiga poin menjadi semakin sulit diabaikan oleh tim Dallas Mavericks.
Kendala Tembakan Tiga Poin Menunjukkan Kelemahan Terbesar Flagg
Sebelum Maret, Flagg mencatatkan tembakan tiga poin sebesar 30,2%. Angka ini terbilang buruk, namun tidak mengkhawatirkan. Persentase tembakan keseluruhannya tetap cukup baik, yakni 48,2%, meski penampilan tembakan jarak jauhnya di bawah rata-rata. Namun, pada bulan Maret, penurunan kemampuannya dalam mencetak tiga poin turut berimbas pada penurunan efisiensi secara keseluruhan, di mana ia hanya mencetak 42,4% dari seluruh tembakan yang diambil.
Dalam konteks lebih luas, Flagg saat ini memiliki persentase tembakan 46,7% dan, seperti disebutkan sebelumnya, 27,8% dari luar garis tiga poin, dengan persentase tembakan sebenarnya sebesar 54,3% yang menempatkannya di urutan 175 dari 208 pemain yang memenuhi syarat.
Dallas Mavericks Kesulitan di Area Tembakan Jarak Jauh
Bukan hanya Flagg yang kesulitan dalam tembakan dari luar. Dallas Mavericks secara keseluruhan termasuk satu dari tim dengan performa tembakan jangka jauh terburuk di liga, menduduki peringkat ke-27 di NBA dengan persentase tembakan tiga poin hanya 34,2% dari percobaan mereka.
Lebih jauh, Mavericks juga mencatatkan persentase terendah di NBA untuk tembakan tiga poin yang benar-benar terbuka, hanya mencetak 35,0% dari peluang tersebut musim ini. Sementara efisiensi untuk tembakan terbuka terkadang bisa berfluktuasi, mencolok bahwa Dallas juga menghasilkan peluang paling sedikit, rata-rata hanya 14,5 per pertandingan.
Dallas terlihat cukup kompetitif dalam tembakan tiga poin dengan tekanan ketat (2–4 kaki) dan terbuka (4–6 kaki), di mana perbandingan ini lebih mencerminkan profil tembakan Flagg. Ia ternyata lebih efektif dalam mencetak dari peluang terbuka dibandingkan yang benar-benar terbuka.
Namun, bila melihat keseluruhan kesulitan Mavericks memberikan konteks. Serangan tim ini kekurangan variasi dan permainan guard yang diperlukan untuk secara konsisten menciptakan peluang berkualitas tinggi.
Peran Berat Flagg Mengungkap Kelemahan dalam Tembakan
Flagg saat ini dibebani karena berperan sebagai pencipta dan distributor tembakan utama di usia muda 19 tahun. Saat masuk ke liga, ia terlihat sebagai penyerang yang lebih menekankan serangan ke arah ring, sebagai pencetak poin yang oportunis yang lebih banyak memanfaatkan peluang daripada harus menciptakan tembakan sendiri secara konsisten, setidaknya saat menjadi rookie. Meskipun peran yang lebih besar ini dapat mempercepat perkembangannya, hal ini juga berkontribusi pada kesulitan tembakan jarak jauhnya.
Tekanan ini dapat mempengaruhi kepercayaan diri Flagg. Ia bukan seorang shooter yang handal dari jarak jauh di level perguruan tinggi, meskipun mencatatkan persentase 38,5% saat di Duke, di mana ia rata-rata mengambil hanya 3,6 percobaan tembakan tiga poin per pertandingan. Flagg mengandalkan jumper yang atletis namun tidak konsisten, yang masih ia gunakan hingga kini.
Banyak faktor yang memengaruhi, tetapi untuk saat ini, masalah tembakan tiga poin Flagg masih bisa diimbangi oleh keunggulannya: ia sangat efektif dalam mencetak poin di dekat ring dan solid dalam tembakan pull-up mid-range. Namun, di usia muda 19 tahun, kelemahan terbesarnya, yaitu tembakan dari perimeter, semakin sulit untuk diabaikan.
(BA/GN)
sumber : thesmokingcuban.com
Leave a comment