Steve Kerr Sarankan Pengurangan Jadwal NBA
Pelatih Golden State Warriors, Steve Kerr, mengungkapkan keinginannya untuk menjadwalkan lebih sedikit pertandingan di NBA. Meskipun ini mungkin tidak sejalan dengan kepentingan finansial liga, Kerr tetap bersuara.
Pernyataan Kerr
Setelah kemenangan timnya atas Utah Jazz, Kerr mengatakan, “Saya tahu ini mungkin bukan pendapat yang populer di kantor liga, tetapi saya akan terus mengatakannya, karena jelas sekali kita perlu bermain lebih sedikit. Kita perlu mengurangi 10 pertandingan dari jadwal.”
Jadwal NBA yang ‘Macet’
Sejak musim 1967-68, NBA telah menggunakan jadwal sebanyak 82 pertandingan. Hanya musim yang terpengaruh lockout (1998-99, 2011-12) dan musim yang terdampak COVID-19 (2019-20, 2020-21) yang memiliki jumlah pertandingan lebih sedikit.
Kekhawatiran Terhadap Cedera
Kerr juga menyatakan keprihatinannya mengenai jadwal pertandingan yang padat. Ia menjelaskan bahwa staf medis Warriors percaya bahwa tekanan fisik dan meningkatnya tempo permainan saat ini berkontribusi pada meningkatnya cedera jaringan lunak.
Peningkatan Kualitas Permainan
Dalam pernyataannya, Kerr menyarankan bahwa pengurangan jumlah pertandingan dapat meningkatkan kualitas permainan di lapangan. “Saya rasa ini akan menjadi hal yang baik bagi liga. Saya memahami bahwa ini berkaitan dengan pendapatan, dan untuk meyakinkan semua pihak agar bersedia menerima pengurangan sedikit pendapatan itu sangatlah sulit,” ujarnya.
Lebih lanjut, Kerr menambahkan, “Namun, saya tahu tentang liga, tentang pelatihan, dan betapa sulitnya bermain di zaman modern ini dengan kecepatan dan ruang yang ada. Saya percaya liga ini akan lebih kompetitif dan sehat jika kita bermain lebih sedikit.”
Dampak Terhadap Liga
Pernyataan Kerr menyoroti tantangan yang dihadapi liga dalam menyeimbangkan kesehatan pemain dengan kebutuhan pendapatan. Jika ide pengurangan jadwal ini mendapat perhatian lebih, bisa jadi akan ada perubahan signifikan pada format pertandingan NBA di masa mendatang.
(BA/GN)
sumber : www.thescore.com
Leave a comment