New York Knicks Stagnan: Memerlukan Perubahan Besar
NEW YORK – Pemilik New York Knicks, James Dolan, meninggalkan tempat duduknya di pinggir lapangan pada jeda pertandingan dan tidak kembali lagi. Ia mungkin tidak melewatkan banyak hal, kecuali suara boo yang semakin kencang dan satu kekalahan lagi.
Jalannya Pertandingan
Pada Senin malam, Knicks tertinggal 47-75 dari Dallas Mavericks, yang memiliki daftar cedera panjang. Hasil akhir 114-97 menunjukkan adanya dominasi tim yang lebih lemah di liga. Terlebih, Dolan sebelumnya mengungkapkan harapan untuk melihat timnya mencapai final NBA dan bahkan meraih gelar juara.
Namun, situasi yang ada justru berlawanan. Knicks mengalami sembilan kekalahan dalam 11 pertandingan terakhir, termasuk dua kekalahan dari Mavericks dan Sacramento Kings. Saat ini, mereka jauh lebih dekat ke posisi Play-In dibandingkan dengan posisi teratas di wilayah Timur. Tim ini kesulitan dalam mencetak poin maupun bertahan. Ingatkah Anda tentang perlengkapan yang diberikan kepada pemain bertahan terbaik setelah kemenangan? Ternyata kini sudah terlupakan. Kini, Knicks tampak seperti tim yang kehilangan arah.
Permainan yang Buruk
Pelatih Mike Brown menyoroti performa timnya dengan tegas, berkata, “Mereka mencetak 75 poin di babak pertama. Di jeda, biasanya kami membahas teknik dan strategi. Namun kali ini tidak ada yang bisa dibicarakan kecuali untuk ‘fokus dan lakukan pekerjaan kalian.’”
Tim ini seolah tidak berada dalam satu frekuensi, dengan kelemahan yang mengganggu penampilan mereka di lapangan. Jalen Brunson sangat membantu menyembunyikan banyak masalah Knicks musim lalu, tetapi kini kekurangan para pengatur serangan yang mampu menciptakan peluang. Tim ini juga kurang bermain cepat, dan tidak memiliki penyerang yang menekan lawan. Sementara itu, pertahanan di area ring sangat minim.
Statistik Buruk
Kelemahan ini semakin terlihat karena Knicks tidak mampu meraih kemenangan lagi. Pertahanan yang lemah berubah menjadi titik lemah yang lebih mencolok, sementara serangan tidak hanya sulit mencetak angka, tetapi juga sering melakukan kesalahan.
Banyak pihak akan mencoba melihat perubahan pelatih sebagai penyebab masalah. Namun, pada dua bulan awal musim saat Knicks masih di jalur kemenangan, Brown tidak dianggap sebagai masalah. Ia masih memberikan kesempatan kepada pemain muda seperti Tyler Kolek dan Mo Diawara. Meskipun Brown tidak meminta pemecatan Tom Thibodeau, keputusan itu diambil oleh Dolan dan direalisasikan oleh manajemen yang dipimpin Leon Rose.
Masalah di Lapangan
Beberapa keputusan oleh manajemen, meskipun sukses pada musim lalu, menunjukkan tanda-tanda masalah yang ada kini. Knicks berharap bisa tampil dominan, tetapi kenyataannya mereka justru sering tertinggal jauh dalam pertandingan. Kelemahan ini terlihat saat mereka membiarkan Mavericks mencetak lebih dari 70 poin di babak pertama, tertinggal 15 poin dari Kings setelah kuarter pertama, dan kalah 30 poin dari Detroit.
Kurangnya urgensi dan motivasi menjadi masalah, dan hal ini menunjukkan bahwa perubahan besar mungkin diperlukan. “Saya ingin menang, tapi jika kami bermain keras dan menjalankan rencana permainan dengan baik, itu bisa diterima,” ungkap Brunson.
Ke depan untuk Knicks
Situasi Knicks sepertinya memerlukan jeda yang lebih panjang. Kombinasi keberhasilan mereka bulan lalu dengan tantangan di tengah musim bisa saja membuat mereka perlu menemukan kembali bentuk permainan mereka. Namun, dengan harapan Dolan untuk hasil lebih baik, Knicks tidak bisa menunggu lama.
Jika mereka ingin memperbaiki situasi ini, transaksi pada batas waktu perdagangan NBA mendatang menjadi sangat penting. Apakah mereka akan memperdagangkan pemain untuk memperkuat pertahanan? Apakah mereka siap melakukan perubahan pada susunan tim? Permasalahan harus segera diatasi sebelum tekanan kembali mengarah pada pelatih.
(BA/GN)
sumber : www.nytimes.com
Leave a comment