Devin Carter Cemerlang, Namun Kristaps Porzingis Bisa Menjadi Solusi untuk Warriors
Bagi Golden State Warriors, serangkaian laga terakhir di musim reguler ini lebih berfokus pada proses dan kenyamanan daripada hasil. Kerugian 118-124 dari Sacramento Kings yang sedang menjalani proses tanking memang menyakitkan. Namun, menjelang Play-In Tournament, prioritas mereka adalah menjaga kesehatan para bintangnya agar siap bertanding. Oleh karena itu, dampak dari kekalahan ini bisa dianggap kurang signifikan.
Penampilan Cemerlang Devin Carter
Malam Devin Carter patut diacungi jempol. Dalam waktu 34 menit di lapangan, Carter mencetak 29 poin tertinggi dalam kariernya dengan akurasi 11 dari 18 tembakan, ditambah dengan sembilan rebound, empat assist, dua steal, dan satu block. Ini adalah penampilan terhebat dalam karier muda Carter.
Konteks Perdagangan Jonathan Kuminga
Meskipun saga Jonathan Kuminga sudah berakhir, penggemar Warriors mungkin masih ingat tawaran sign-and-trade dari Kings musim panas lalu, yang melibatkan Devin Carter, Dario Saric, dan sepasang pilihan putaran kedua. Namun, tawaran tersebut tidak memenuhi harga yang diminta Golden State pada saat itu.
Penilaian Terhadap Keputusan Perdagangan
Saat nilai perdagangan Kuminga menurun, tampak seolah Warriors mungkin telah melakukan kesalahan. Namun, terlepas dari penampilan luar biasa Carter, keputusan mereka untuk tidak menerima tawaran itu terlihat tepat. Kristaps Porzingis mungkin bisa menjadi pemain kunci yang selama ini dicari oleh Golden State.
Kemajuan Kristaps Porzingis
Carter, yang dipilih sebagai urutan ke-13 di NBA Draft 2024, seharusnya menjadi tambahan yang menarik bagi Warriors. Ia dikenal sebagai pertahanan on-ball yang solid dan sesuai dengan tipe pemain yang dicari Steve Kerr. Namun, di 73 pertandingan NBA yang telah dilakoni, ia rata-rata hanya mencetak 6,4 poin dengan akurasi 40,7% dari lapangan. Tidak ada perdagangan yang berfokus pada Carter yang akan menguntungkan Golden State secara signifikan.
Situasi Porzingis di Warriors
Setelah perdagangan Kuminga, ada keraguan apakah Warriors telah melakukan langkah yang tepat. Kristaps Porzingis hanya tampil dalam 17 pertandingan bersama Atlanta Hawks musim ini sebelum mengalami masalah kesehatan, dan setelah diperdagangkan, ia kembali cedera. Dalam sebulan pertamanya di Golden State, ia hanya bermain selama 17 menit.
Andai kinerja Carter pada malam itu mencerminkan kemampuan ofensifnya secara keseluruhan, maka perdagangan Porzingis bisa dianggap sebagai kesalahan besar. Namun, Porzingis ternyata telah menemukan bentuk permainan yang lebih baik dengan Warriors, telah tampil dalam 13 dari 19 pertandingan terakhir dan mencatat rata-rata 16,8 poin dengan efisiensi 42,9% dalam percobaan tembakan.
Kesimpulan
Dukungan berkelanjutan bagi perdagangan ini bergantung pada kemampuan Golden State untuk mempertahankan Porzingis dengan kontrak yang lebih terjangkau di offseason dan kesehatan Porzingis sendiri. Meskipun kritik terhadap bagaimana Warriors menangani situasi Kuminga mungkin muncul, dengan penampilan cemerlang Carter, jelas bahwa Warriors tetap unggul dalam konteks keputusan yang mereka buat.
(BA/GN)
sumber : bluemanhoop.com
Leave a comment