Rockets Terpuruk setelah Kekalahan dari Lakers
Kevin Durant tidak ragu untuk mengambil tanggung jawab atas kekalahan Rockets dari Lakers dalam pertandingan yang berlangsung di Toyota Center dengan skor 100-92. Pertandingan ini merupakan momen penting dalam persaingan untuk mendapatkan posisi playoff di Wilayah Barat, di mana Lakers, Nuggets, Timberwolves, dan Rockets hanya terpaut dua pertandingan.
Jalannya Pertandingan
Houston memiliki kesempatan untuk memperlebar jarak dengan mengalahkan Los Angeles yang datang ke kota mereka. Namun, kenyataannya adalah Rockets kalah dengan cara yang kurang baik. Tim tuan rumah hanya mencetak 12 poin di kuarter keempat dan melakukan sembilan turnover, sementara Lakers terus menerus mengganggu permainan Durant.
Setelah pertandingan, Durant langsung mengakui perannya dalam kekalahan ini. Ia mencatatkan 18 poin dengan tingkat akurasi tembakan 8 dari 16, namun juga mengeluarkan tujuh turnover.
Reaksi Pemain
“Saya merasa seperti saya yang membuat tim kami kalah malam ini. Itu sangat sederhana,” ungkap Durant. “Mungkin kami bisa membuat lebih banyak tembakan tiga angka, tetapi ini adalah tanggung jawab saya. Saya adalah penyerang utama dan tim lawan akan menggunakan semua sumber daya untuk tidak membiarkan saya nyaman di lapangan.”
“Saya harus lebih cerdas dan lebih baik dengan bola. Saya bisa saja melepaskan tembakan dari double-teams, bersiap untuk menangkap dan melepaskan, atau sekadar berdiri untuk membantu rekan-rekan saya memberikan ruang.”
Analisis Pertandingan
Meskipun Durant merasa ia bisa lebih baik, perlu diakui bahwa Lakers menunjukkan pertahanan yang sangat kuat di babak kedua. Durant mencetak 16 poin di dua kuarter pertama, tetapi hanya mampu menambah dua poin di sisa pertandingan. Lakers menjalankan strategi defensif yang dirancang oleh JJ Redick dengan sangat baik, memanfaatkan absennya center All-Star, Alperen Şengün. Tanpa kehadiran Şengün, Rockets mengalami kesulitan besar dalam mencetak poin, hanya menghasilkan empat poin dalam enam menit terakhir pertandingan.
Kekhawatiran untuk Rockets
Kekalahan ini menjadi sorotan bagi Rockets, terutama menjelang akhir musim. Memang, tidak bijak untuk bereaksi berlebihan terhadap satu kekalahan di bulan Maret, tetapi ketidakmampuan tim untuk mencetak poin dalam situasi krusial sangat mengkhawatirkan. Terlebih lagi, tim Lakers ini tidak dikenal sebagai tim pertahanan elite, tetapi mereka mampu menjalankan strategi yang berhasil meredam permainan Rockets.
Durant menerima tanggung jawab atas penampilannya yang kurang baik, namun kebutuhan Rockets untuk memperbaiki masalah ini jauh lebih mendesak daripada sekadar penampilan buruk satu pemain. Defisiensi dalam ofensif terlihat jelas, di mana Rockets sangat bergantung pada Durant untuk mencetak poin. Tanpa Durant, statistik menunjukkan bahwa Rockets memiliki peringkat ofensif 114,1 per 100 penguasaan bola, yang menempatkan mereka di posisi 19 dalam liga.
Pentingnya Kehadiran Şengün
Satu-satunya pemain yang menunjukkan potensi adalah Şengün, yang mencatatkan rata-rata 20,2 poin per game dengan akurasi tembakan 50%. Dia bisa menjaga ofensif tetap berjalan ketika Durant tidak berada di lapangan. Kedua pemain ini sudah bermain bersama di lebih dari 1.000 menit dengan peringkat ofensif yang mengesankan. Kehadiran Şengün pasti akan memberikan dukungan yang dibutuhkan Rockets, terutama saat tim lawan fokus mengunci Durant.
Penutup
Rockets harus segera menemukan solusi terhadap masalah yang terungkap pada pertemuan melawan Lakers ini. Sisa waktu menjelang playoff semakin sedikit, dan tim perlu memperbaiki eksekusi di saat-saat penting, terutama di kuarter keempat, yang sering kali menjadi penentu pertandingan. Mereka harus belajar dari kekalahan ini agar dapat bersaing di tahap playoff yang lebih ketat.
(BA/GN)
sumber : www.si.com
Leave a comment