LeBron James Menanggapi Kontroversi dengan Stephen A. Smith
LeBron James tidak percaya dengan narasi yang dibangun oleh Stephen A. Smith mengenai pertikaian mereka. Pebasket Los Angeles Lakers ini mendekati pembawa acara “First Take” tersebut saat pertandingan melawan New York Knicks pada 6 Maret.
Perhatian penonton tertuju saat LeBron dengan tegas meminta agar Smith tidak menyebut namanya putranya, Bronny James, dalam analisis NBA yang dibahasnya.
Reaksi LeBron di Pertandingan Selanjutnya
Sebelum pertandingan Lakers-Celtics pada 9 Maret, LeBron dan co-host “NBA on ESPN” Richard Jefferson sempat membahas insiden viral tersebut. Rekaman interaksi mereka tersebar di media sosial, memberikan gambaran tentang perasaan LeBron terkait akun rivalnya.
Dalam rekaman yang disunting, Jefferson tampak menanyakan tentang kejadian tersebut. LeBron terdengar mengatakan, “Itu satu-satunya yang saya pedulikan… Saya tidak peduli,” dan “Setelah dia bilang, ‘Saya memohon sebagai seorang ayah,’ saya tidak bisa menerimanya.”
Tanggapan Stephen A. Smith
Smith memberikan ringkasan tentang pertemuannya dengan LeBron di program “First Take” pada 7 Maret serta di “The Stephen A. Smith Show” di YouTube. Di platform tersebut, ia menyatakan, “Itu bukan seorang atlet yang berbicara kepada saya malam itu. Itu adalah seorang ayah. Dia mendekati saya sebagai seorang ayah, bukan sebagai pemain basket.”
Smith juga mengkritik LeBron karena membuat putranya menjadi target kritik demi memenuhi mimpinya untuk bermain bersamanya sebelum pensiun.
Kritik dan Respons dari Publik
Bronny, yang terpilih sebagai urutan ke-55 oleh Lakers pada 2024 setelah satu musim di University of Southern California, masih menuai banyak komentar. Smith adalah salah satu kritikus yang percaya bahwa Bronny belum cukup membuktikan kemampuannya untuk berkompetisi di NBA.
Namun, setelah pernyataan terbaru LeBron, reaksi publik semakin beragam. Salah satu pengguna Twitter menilai, “Ketika Anda menilai seorang pria sebagai ayah, Anda sudah melewati batas. Itu sebabnya LeBron mendekatinya.” Di YouTube, ada yang berkomentar bahwa tindakan juara empat kali itu hanya menambah sorotan terhadap Bronny.
Seorang komentator menyebutkan, “Ini seperti ayah yang terlalu defensif terhadap anaknya. Tapi anaknya sudah 22 tahun! Dia merasa dia membantu – namun dia harus membiarkan anaknya berdiri di kakinya sendiri.” Sementara yang lain berkomentar, “LeBron selalu mencari drama, egonya tak terkendali, berpikir ini membuatnya menjadi ayah yang hebat, lebih baik pensiun supaya Bronny bisa tenang.”
Kesimpulan
LeBron James telah berkiprah selama 22 musim di NBA dan hingga kini tak menunjukkan tanda-tanda untuk pensiun, meskipun ia adalah pemain tertua di lapangan. Kontroversi ini menambah warna dalam karir keduanya dan menciptakan dinamika baru dalam hubungan ayah-anak, serta memberikan sorotan tambahan pada perjalanan Bronny di dunia basket profesional.
(BA/GN)
sumber : www.newyorkbeacon.net
Leave a comment