LeBron James: Masih All-Star atau Hanya Nama Besar?
Zach Lowe mencoba menjelaskan pandangannya mengenai LeBron James dalam sebuah episode The Zach Lowe Show, namun pernyataannya malah mengundang tawa bagi penggemar Los Angeles Lakers. Lowe menyebut LeBron seharusnya masih terpilih sebagai All-Star, namun sekaligus menunjukkan keraguan bahwa dia termasuk dalam 12 pemain terbaik asal Amerika. Pernyataan ini terasa lebih cerdas di permukaan daripada realitasnya.
Pernyataan yang Dipertanyakan
Dalam acara tersebut, Lowe berargumen, “Apakah LeBron termasuk dalam 12 pemain terbaik Amerika? Saya pikir itu tidak benar lagi,” dan ia menambahkan bahwa pernyataan tersebut “tidak bisa diperdebatkan.” Meskipun mengakui bahwa James seharusnya masuk daftar All-Star, ia menyatakan bahwa pemilihan itu lebih didasarkan pada nama dan warisan LeBron ketimbang penampilan di lapangan. Di sinilah logika pernyataannya bisa dipertanyakan.
Statistik yang Menunjukkan Kualitas LeBron
Untuk pertama kalinya dalam 22 musim, LeBron James tidak berhasil mendapatkan tempat awal dalam lineup All-Star melalui pemungutan suara fans, dengan menempati peringkat kedelapan di Wilayah Barat dengan total lebih dari 1,8 juta suara. Temannya di Lakers, Luka Doncic, memimpin konferensi tersebut, diikuti oleh Anthony Edwards yang sedikit di atas LeBron. Meskipun hasil ini agak mengejutkan, ini tidak mencerminkan seorang pemain yang hanya bergantung pada reputasi.
Masih Berprestasi di Usia yang Tidak Muda
Apakah Anda mencintainya atau membencinya, LeBron tetap menunjukkan performa di tingkat All-Star. Di musim NBA ke-23-nya, ia mencatatkan rata-rata 22,5 poin, enam rebound, dan tujuh assist per pertandingan. Lakers saat ini memiliki rekor 26–16, menempati posisi kelima di Wilayah Barat, dan LeBron telah tampil dalam 25 dari 42 pertandingan timnya.
Dari 19 pertandingan terakhir, performanya bahkan membaik dengan rata-rata 25,2 poin per pertandingan serta akurasi tembakan mencapai 53,4 persen.
Dinamika Permainan NBA yang Berubah
Pandangan Lowe mencerminkan realitas yang lebih luas. Liga NBA kini dipenuhi pemain muda yang cepat dan berbakat. Namun, All-Star Game tidak pernah hanya soal peringkat 12 pemain terbaik berdasarkan usia atau proyeksi masa depan. Ini lebih mengedepankan dampak di musim berjalan, dan LeBron masih mampu memberikan kontribusi signifikan.
Sejarah mendukung argumen ini. Para legenda NBA sering terpilih sebagai All-Star meskipun telah melewati puncak statistik mereka, selama mereka masih memiliki pengaruh dalam permainan. Namun, LeBron tidak pernah menjadikan dirinya sebagai pemain sekunder. Ia tetap menjadi bagian krusial dalam tim yang menang. Dengan begitu, ketika Lowe menggambarkan situasi LeBron sebagai murni simbolis, penggemar Lakers tak dapat menahan tawa.
(BA/GN)
sumber : lakeshowlife.com
Leave a comment