Kritik Ric Bucher Terhadap LeBron James setelah Mencetak Triple-Double Tertua
Pakar olahraga Ric Bucher dari Fox Sports mengungkapkan skeptisismenya atas pencapaian LeBron James dalam mencetak triple-double, menyebutnya lebih sebagai usaha untuk mengejar statistik dibandingkan dengan fokus pada permainan itu sendiri.
LeBron James, forward Los Angeles Lakers, mencatatkan diri sebagai pemain tertua yang mencetak triple-double pada usia 41 tahun, 44 hari, dengan raihan 28 poin, 12 assist, dan 10 rebound dalam pertandingan melawan Dallas Mavericks pada 13 Februari 2026 (WIB).
Pernyataan Ric Bucher
Bucher mencatat, “LeBron sering kali tetap berada di lapangan untuk mencapai milestone statistik, sehingga rasanya hampir menjadi rutinitas. Contohnya adalah ketika dia menjadi pemain tertua yang mencetak triple-double. Saya bahkan tidak ingat siapa lawannya — hanya bahwa permainan itu sudah tidak seimbang dan tidak ada alasan baginya untuk tetap bermain.”
“Ada momen di mana rekan satu timnya, Austin Reaves, sepertinya meraih beberapa rebound yang ditargetkan LeBron untuk menyelesaikan triple-double sebelum dia keluar dari permainan. Melihat seorang pemain 41 tahun tetap bermain di laga yang sudah dipastikan menguntungkan hanya untuk mendapatkan satu rebound tambahan — dan sebuah tempat di buku rekor — terasa seperti mengejar statistik,” lanjutnya.
Bucher juga mencatat bahwa momen-momen seperti ini bisa mereduksi nilai dari pencapaian statistik itu sendiri. Hal ini menimbulkan pertanyaan lebih luas mengenai sikap pemain di liga saat ini yang sering kali mengklaim belum pernah curang terhadap permainan.
Statistik LeBron James
James kini menempati posisi kelima dalam daftar triple-double terbanyak dalam sejarah NBA dengan total 152, terdiri dari 123 di musim reguler dan 29 di playoff. Dia juga memegang rekor poin terbanyak dalam sejarah musim reguler dengan 43.127 poin, serta menjadi yang pertama yang mencapai lebih dari 50.000 poin jika dihitung dari total musim reguler dan playoff.
Statistik Rutin Musim Reguler
LeBron James — Statistik Rutin NBA
+---------+-----+------+-----+----+----+------+-----+------+-----+-----+------+-----+------+-----+
| Musim | Usia | Tim | Pos | G | MP | FG% | 3P% | FT% | TRB | AST | PTS |
+---------+-----+------+-----+----+----+------+-----+------+-----+-----+------+-----+------+-----+
| 2023-24 | 39 | LAL | PF | 71 | 35.3 | .540 | .410 | .750 | 7.3 | 8.3 | 25.7 |
| 2024-25 | 40 | LAL | SF | 70 | 34.9 | .513 | .376 | .782 | 7.8 | 8.2 | 24.4 |
+---------+-----+------+-----+----+----+------+-----+------+-----+-----+------+-----+------+-----+
Respons dari Tim dan Agensi
Sementara Bucher mengkritik James, Rich Paul, agen super dan partner James, menyatakan bahwa LeBron sebenarnya ingin mengejar gelar juara kelima. “LeBron ingin bersaing untuk meraih kejuaraan. Ia memahami bahwa Lakers sedang membangun masa depan, tetapi ia juga menginginkan kesempatan realistis untuk menang,” ungkap Paul.
Dengan performa yang semakin menurun seiring bertambahnya usia, James masih mampu berkontribusi dengan rata-rata 21.4 poin, 5.7 rebound, dan 7.0 assist sambil menjaga efisiensi tembakan di angka 54.9% saat ini.
Walaupun Lakers berada di puncak divisi Pasifik dengan rekor 41-25 dan dalam tren positif, mantan pelatih JJ Redick menegaskan pentingnya kontribusi James bagi tim. “Dia ingin melakukan segala yang mungkin untuk membantu tim ini menang,” ujarnya.
Kesimpulan
Dalam usia yang tak muda lagi, LeBron James tetap menjadi sosok kunci dalam skuad Lakers, meskipun kritik terhadap motivasino dan pencapaiannya tidak dapat dihindari. Apakah ia benar-benar mengejar pencapaian statistik atau masih berjuang untuk gelar, hanya waktu yang akan menjawab.
(BA/GN)
sumber : www.basketball.com.au
Leave a comment