Drama di Balik Karier LeBron James di Lakers
Bintang Los Angeles Lakers, LeBron James, mengenakan nomor 23 di kedua sisi kostumnya dan pada patch di bagian atas dada jerseynya. Nomor ini mencerminkan musim ke-23 James di NBA yang penuh dengan catatan sejarah. Namun, kabar terakhir sepertinya menyoroti hubungan James dengan organisasi yang sedang memanas, seolah dia menjadi saksi bisu dalam sebuah drama keluarga.
Pemicu Konflik Keluarga Buss
Berita dari ESPN mengungkapkan bahwa pertikaian di dalam keluarga Buss menjadi penyebab utama penjualan franchise ini pada Oktober lalu. Selain itu, hubungan James dengan pemilik minoritas Jeanie Buss juga dipertanyakan, di mana Buss tampaknya tidak senang dengan kekuatan yang dimiliki James dalam organisasi.
Kesulitan yang Dihadapi
Di tengah spekulasi yang berkembang dan berbagai tawaran yang beredar di media sosial, James mengaku tidak terganggu oleh suara-suara dari luar. Sebelumnya, drama ini dimulai saat James masih berjuang untuk kembali ke lapangan setelah cedera sciatica yang menunda debutnya hingga 18 November.
Sejak kembali, James telah berkontribusi besar bagi Lakers, di mana saat ini ia berada di peringkat ketiga dalam pencetak poin (22,5 poin per game) dan rebounding (6,0), serta kedua dalam assist (6,9).
Persaingan di Wilayah Barat
Lakers memasuki akhir pekan dengan persaingan ketat untuk meraih posisi enam besar di Konferensi Barat, berusaha menghentikan langkah cepat juara bertahan NBA, Oklahoma City.
Hak Perdagangan James
Jika Lakers ingin mengurangi gangguan di luar lapangan, terutama yang berasal dari Klutch Sports, agensi yang mewakili James, harus diingat bahwa James memiliki klausul no-trade dan hak persetujuan atas setiap kesepakatan yang mungkin terjadi.
Komentar LeBron
Ketika wartawan menanyakan apakah dia berharap untuk tetap berada di Lakers setelah kekalahan melawan LA Clippers, James memberikan jawaban yang ambigu: “Saya baik-baik saja. Saya baik-baik saja… Saya baik-baik saja.”
Perspektif tentang LeBron
Beberapa pengamat merasakan bahwa posisi James di mata manajemen Lakers belum sepenuhnya diakui. Seperti yang diungkap oleh Stephen A. Smith dari ESPN, “LeBron bukanlah Kobe atau Magic. Tetapi tingkat penghargaan untuknya seharusnya jauh lebih tinggi. Dia datang ke Los Angeles di saat tidak ada bintang lain yang mau bergabung.”
Sejak kedatangannya, Lakers berhasil meraih gelar NBA pada musim kedua LeBron pada tahun 2020 dan lolos ke playoff dalam lima dari tujuh musimnya di LA, sementara tim ini sebelumnya tidak pernah lebih baik dari 12 laga di bawah .500 dalam empat musim sebelum kedatangan James.
Pernyataan Jeanie Buss
Jeanie Buss juga menyatakan bahwa tidak adil jika James terjebak dalam drama keluarganya. “Semua hal hebat yang dilakukan LeBron untuk Lakers seharusnya mendapatkan pengakuan yang lebih baik,” ujarnya dalam pernyataan kepada The Athletic.
Pertemuan yang Direncanakan
Kabar terakhir menyebutkan bahwa Buss dijadwalkan bertemu dengan James dan agen Rich Paul untuk melakukan klarifikasi. Bagaimana hubungan profesional mereka setelah pertemuan ini masih belum bisa dipastikan.
Kesimpulan
Saat LeBron tetap mengenakan nomor 23 di seragamnya, spekulasi dan dinamika di sekitarnya tampaknya tidak akan berakhir segera. Situasi ini tentunya akan mempengaruhi baik performa tim maupun hubungan antara James dan organisasi Lakers ke depannya.
(BA/GN)
sumber : deadspin.com
Leave a comment