Reaksi Cooper Flagg Terhadap Potensi Trade Anthony Davis
Rookie bintang Dallas Mavericks, Cooper Flagg, menyatakan bahwa trade Anthony Davis tidak akan “benar-benar mengubah banyak hal”. Ia menegaskan, “Saya akan terus bermain setiap malam dan berusaha menjadi versi terbaik dari diri saya. Siapa pun yang ada di lapangan bersama saya, saya harap kita semua bisa bersaing dengan level yang sangat tinggi.”
Perkembangan Cooper Flagg
Waktu yang akan membuktikan seberapa nyata pernyataan Flagg, yang perlahan-lahan menjadi pemain seperti yang diharapkan banyak orang. Di usia 19 tahun, Flagg rata-rata mencetak 23,0 poin, 5,0 rebound, 4,0 assist, 1,0 steal, dan 1,5 block per game sejak batas waktu trade, dengan akurasi tembakan 48,7% dari lapangan dan 50,0% dari tiga angka. Dalam 10 pertandingan sebelumnya, ia mencatat rata-rata 24,4 poin, 7,3 rebound, 4,1 assist, 1,1 steal, dan 0,8 block dengan persentase tembakan 50,3% dari lapangan dan 35,0% dari tiga angka.
Dari segi statistik, trade Davis mungkin tidak berdampak signifikan terhadap Flagg mengingat Davis hanya tampil dalam 20 pertandingan musim ini. Seberapa besar perubahan yang bisa terjadi akibat absennya pemain yang sering cedera?
Pemahaman Mendalam tentang Trade Deadline Mavericks
Kepindahan Davis bukan hanya sekadar menambah draft capital untuk membangun tim sekitar Flagg. Hal ini ditegaskan oleh Michael Finley, asisten manajer umum interim Mavericks, yang mengatakan, “Kami memiliki pemain luar biasa dalam diri Cooper Flagg, jadi tugas kami adalah menempatkan potongan yang tepat di sekelilingnya.”
Namun, setelah sebelumnya manajer yang lama menukarkan Luka Doncic ke Los Angeles Lakers, tampak bahwa Dallas ingin mengubah arah. Ketidakpuasan fans dan pihak-pihak terkait franchise, bukan hanya Mark Cuban dan Dirk Nowitzki, tetapi juga media seperti Marc Stein, terhadap transaksi tersebut cukup tinggi.
Kembali Masalah Nilai Trade Davis
Dari trade ini, Mavericks mendapatkan D’Angelo Russell, Jaden Hardy, dan Dante Exum, serta beberapa pick draft. Namun, nilai kembalinya dianggap kurang berarti, lebih mirip “tebusan jester” dibandingkan dengan “tebusan raja”.
Kontrak yang Berakhir dan Pemain yang Menurun
Khris Middleton mengalami penurunan performa akibat cedera, mencatat rata-rata hanya 10,3 poin per game dengan persentase tembakan terendah dalam kariernya. Begitu juga dengan Marvin Bagley III dan Tyus Jones, yang masing-masing juga berada di kondisi yang tidak optimal. AJ Johnson, meski paling muda dari para tambahan ini, masih belum teruji.
Jika tujuan awal adalah mencapai postseason, tampaknya ambisi tersebut mulai meredup. Cedera yang menimpa Davis membuatnya kehilangan dukungan para penggemar yang sudah tidak menginginkannya di tim. Namun, di usia 32 tahun, kontribusi Davis lebih besar dibandingkan Middleton, Bagley, Jones, atau Johnson.
Nilai Draft yang Dipertanyakan
Mengintip lebih dalam strategi trade, terdapat persoalan besar pada nilai draft yang diperoleh. Salah satu pick pertama adalah dari Golden State Warriors pada 2030, yang bisa jadi aset berharga. Namun, pick lainnya dari Oklahoma City Thunder pada 2026 berpotensi menjadi pilihan yang buruk. Tiga pick kedua ada dari Wizards, yang baru saja memasukkan dua All-Star ke dalam tim mereka musim ini.
Jika fokusnya benar-benar membangun di sekitar Flagg, sulit untuk percaya bahwa pick draft akhir akan lebih memberi dampak pada perkembangannya dibandingkan seorang 10-time All-Star dan juara NBA seperti Davis.
Dampak dari keputusan ini bagi Mavericks dan Flagg jelas menjadi bagian penting dalam perjalanan mereka ke depan.
(BA/GN)
sumber : lastwordonsports.com
Leave a comment