Oklahoma City Thunder: Tim yang Memicu Perdebatan di NBA
Saat ini, Oklahoma City Thunder menjadi salah satu tim yang banyak dibicarakan di NBA. Tim ini menghadapi kritik dan pujian yang seimbang dari para penggemar dan pelatih lawan akibat gaya permainan mereka yang physical dan kemampuan untuk mendapatkan banyak lemparan bebas.
Persepsi Tim yang Beragam
Persepsi terhadap tim seperti Thunder memang bukan hal yang asing di NBA. Tim-tim unggulan sering kali menjadi sorotan, dengan dukungan dan kritik yang mereka terima. Contohnya, era kejayaan Golden State Warriors yang tidak hanya menarik banyak penggemar, tetapi juga disukai oleh sebagian orang dan dicemooh oleh yang lainnya.
Meskipun Oklahoma City belum mencapai level Warriors, tren serupa dapat terlihat dalam beberapa musim terakhir. Keberhasilan tim ini justru menarik perhatian lebih banyak penggemar serta kritikus.
Kritik Terhadap Shai Gilgeous-Alexander
Banyak kritik mengarah kepada Shai Gilgeous-Alexander, bintang tim ini. Ia menjadi sosok yang juga menuai perdebatan di NBA. Sukses di lapangan membuat diskusi mengenai lemparan bebasnya semakin sering dibahas oleh para pengamat dan pelatih NBA.
“Dia sangat pintar dan tahu betul cara menarik kontak, semuanya sesuai aturan.” Kata Steve Kerr setelah Thunder mengalahkan Warriors 104-97. “Saya tidak ada masalah dengan Shai; saya hanya memiliki masalah dengan aturan. Sepertinya kita, sebagai liga, membiarkan terlalu banyak pelanggaran; kita hampir tidak memberi kesempatan kepada pertahanan untuk bergerak.”
Statistik dan Performa di Lapangan
Meskipun pengamatan terhadap frekuensi lemparan bebas Gilgeous-Alexander sangat mencolok, ia bukanlah pemain yang paling sering mendapatkan peluang tersebut di NBA. Pemain yang memiliki catatan tersebut adalah Luka Doncic, yang menjadi satu-satunya pemain NBA musim ini dengan rata-rata lebih dari 10 lemparan bebas per game.
Bahkan setelah penampilan luar biasa melawan Denver Nuggets—di mana SGA mencetak 35 poin, 15 assists, sembilan rebound, dan tanpa turnover sambil hanya melakukan empat lemparan bebas—masih ada keluhan dari media mengenai kemampuan MVP bertahan mendapatkan pelanggaran.
Dukungan dari Mantan Pemain
Belakangan ini, seorang mantan pemain NBA dan bekas pemain Thunder memberikan dukungan kepada Gilgeous-Alexander.
“Saya ingin orang-orang memberi penghargaan kepada dia,” kata Raymond Felton dalam sebuah episode podcast To The Baha. “Semua yang saya dengar adalah komentar bahwa dia melakukan flopping atau hal-hal negatif lainnya. Tapi dia mencetak poin. Itu bukan flopping ketika melawan Denver. Setiap tembakan penting yang dia buat tidak berasal dari lemparan bebas, melainkan dari garis 3 poin atau midrange. Dia mencetak poin.”
Dampak pada Tim dan Kompetisi
Pertanyaan kini adalah bagaimana dampak dari sorotan ini terhadap Oklahoma City Thunder dan Shai Gilgeous-Alexander ke depannya. Dengan pendapat yang beragam, baik dukungan maupun kritik hanya akan menjadi bagian dari perjalanan tim ini dalam kompetisi yang ketat di NBA.
(BA/GN)
sumber : www.si.com
Leave a comment