Home Basket NBA Rashad McCants: “Stephen Curry Tak Akan Bertahan di Era Saya!”
NBA

Rashad McCants: “Stephen Curry Tak Akan Bertahan di Era Saya!”

Share
Rashad McCants: “Stephen Curry Tak Akan Bertahan di Era Saya!”
Share

Evolusi NBA dan Pandangan Rashad McCants

Evolusi NBA di era modern telah memunculkan salah satu debat paling kontroversial di liga, dan mantan pemain NBA, Rashad McCants, memiliki pandangan yang tegas terkait hal ini.

Pandangan McCants tentang Era Modern

Dalam wawancara kami, McCants menilai apakah gaya bermain tiga poin yang diterapkan Stephen Curry bisa beradaptasi dengan era sebelumnya. Ia menganggap pemilihan tembakan saat ini kurang tepat, meskipun berdampak besar.

“Saya jujur, Steph Curry tidak akan mampu bermain di era saya, karena saya tidak bermain melawan dia; dia muncul setelah saya. Ketika dia masuk dengan menjatuhkan tembakan tiga, ini adalah hal yang bisa dilakukan banyak pemain,” kata McCants.

“Contoh, saya pernah bermain di Carolina, saya selalu mengambil tembakan dari jauh, tetapi mengambil tembakan seperti yang dilakukan Jimmer Fredette adalah sebuah kesalahan. Tembakan itu buruk. Mau masuk atau tidak, tetap saja itu buruk.”

Perubahan dalam Strategi Permainan

Bagi McCants, normalisasi tembakan jauh dengan tingkat kesulitan tinggi menjadi tanda pergeseran jauh dari konsep basket yang dianggap winning basketball. Di era sebelumnya, usaha untuk melakukan tembakan tersebut, terutama saat awal shot clock atau dari luar batas, akan sangat dihentikan.

Secara teknis, pandangan ini masuk akal. Tembakan jarak jauh yang meleset seringkali menghasilkan rebound panjang dan mengundang fast-break dari tim lawan.

“Ketika dia (Curry) sudah membuat tembakan tersebut dengan konsisten, kita berkata, ‘oke, dia bisa membuat tembakan ini, maka dia harus bisa.’ Tembakan yang meleset akan berpotensi menjadi rebound panjang, lalu akan menghasilkan poin cepat bagi tim lawan.”

Normalisasi Tembakan Jarak Jauh

Sesuatu yang pernah dianggap sembrono kini menjadi hal yang biasa. Konsep pace and space telah memperkuat pemain seperti Damian Lillard dan Klay Thompson untuk memperluas jangkauan bermain mereka lebih jauh dari batas konvensional, yang berdampak pada prioritas ofensif.

Baca juga:  Dan Hurley minta saran Tom Izzo soal jabatan pelatih Lakers.

McCants melihat ini sebagai hal yang rasional namun problematic:

“Ketika Anda memahami bahwa tiga lebih banyak dari dua, pemain tidak akan ragu untuk mengambil lebih banyak tembakan tiga.”

“Ketika seorang pelatih malas, hanya ingin bilang, ‘Hei, kita akan mengambil 63 tembakan tiga malam ini, dan yang perlu kita lakukan adalah membuat 20 di antaranya,’ itu cara berpikir yang salah.”

Solusi untuk Gaya Permainan Saat Ini

Ketika ditanya pendapatnya oleh Bitar, McCants tidak memberikan solusi konkret, tetapi mengusulkan sebuah pendekatan.

“Satu-satunya cara agar ini berhasil adalah menerima apa yang terjadi dalam dunia basket saat ini. Ketika kita berbicara tentang nostalgia, permainan retro harus tetap berada di tempatnya.”

Dalam pandangannya, permainan saat ini lebih mengedepankan sisi hiburan daripada kompetisi murni.

“Kita berada di era evolusi basket. Anda harus menerima gaya baru ini dan melanjutkannya. Tidak ada obat untuk virus ini. Kita hanya bisa membiarkan virus berjalan sesuai jalurnya.”

Apakah McCants Memiliki Argumentasi yang Kuat?

Pandangan McCants mencerminkan perbedaan yang perlu direnungkan. Dampak Curry terhadap kemenangan tidak bisa dipandang sebelah mata, dan semakin banyak anak muda yang mengikuti jejaknya di lapangan.

Kita perlu bertanya: apakah basket modern mengoptimalkan permainan atau justru menyederhanakannya? Bagi puris yang keras seperti McCants, jawabannya lebih condong kepada penyederhanaan. Namun bagi generasi baru, tentu saja sebaliknya.

Yang jelas, permainan terus bergerak maju. Revolusi tembakan tiga poin telah menjadi bagian dari permainan yang tidak bisa dihilangkan. Walaupun tim-tim kini tidak perlu menjalankan rencana permainan yang rumit, kita tetap harus belajar mengapresiasi evolusi ini.

(BA/GN)
sumber : fadeawayworld.net

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
LeBron Cetak Rekor, Lakers Amankan Gelar Divisi Pasifik ke-1.229!
NBA

LeBron Cetak Rekor, Lakers Amankan Gelar Divisi Pasifik ke-1.229!

LeBron James mencetak rekor luar biasa, membawa Lakers meraih gelar Divisi Pasifik...

Kidd Tanggapi Komentar Cuban Soal HC dan Luka Doncic, Trade Lakers
NBA

Kidd Tanggapi Komentar Cuban Soal HC dan Luka Doncic, Trade Lakers

Kidd menanggapi komentar Cuban terkait HC dan Luka Doncic, serta potensi trade...

LeBron James kembali beraksi, Lakers kalahkan Jazz berkat 37 poin Doncic.
NBA

Cavaliers vs Lakers: LeBron dan Luka Beraksi, Apakah MVP Empat Kali Kembali ke Cleveland?

Dalam duel seru antara Cavaliers dan Lakers, LeBron James dan Luka Dončić...

Dončić cetak 41 poin, Jokić raih triple-double 33 poin!
NBA

Dončić dan Avdija bersinar di lapangan!

Dalam pertandingan yang dinamis, Luka Dončić dan Deni Avdija menunjukkan performa gemilang,...