Curry Raih Penghargaan Film di Sundance
Diskusi Film tentang Penulis Pidato Martin Luther King Jr., Clarence Jones
(Francisco Kjolseth | The Salt Lake Tribune) Guard Golden State Warriors, Stephen Curry (30) bersiap melakukan tembakan melawan Utah Jazz dalam pertandingan NBA 2024.
Stephen Curry meninggalkan Utah pada Rabu malam setelah membawa pulang kemenangan yang lebih dari yang diharapkan. Dalam pertandingan melawan Utah Jazz, langkah tangkasnya berkontribusi dengan mencetak 27 poin, dan Warriors berhasil mengalahkan Jazz dengan skor 140-124.
Tetapi, ini bukan hanya tentang kemenangan di lapangan. Curry juga mencatatkan debut sukses sebagai sutradara film di Sundance Film Festival di Park City. Filmnya berjudul “The Baddest Speechwriter of All” berhasil meraih Grand Jury Prize untuk film pendek di Sundance. Meskipun merayakan kemenangan ini, jadwal Warriors membuatnya tidak dapat hadir tepat pada waktu, karena tim terbang larut malam pada hari Selasa.
Curry dengan cepat mengatur agar dapat menerima penghargaan tersebut melalui video WhatsApp. Ia menyampaikan, “Ironisnya, ini adalah pertama kalinya saya melakukan pidato penerimaan melalui video WhatsApp.” Co-sutradara film, Ben Proudfoot, berada di atas panggung saat Curry menyampaikan pidato penerimaannya, “Saya ada di sana dalam semangat.”
Sebelum ini, Curry sudah tidak asing dengan Sundance, setelah berpartisipasi dalam sebuah dokumenter tentang dirinya sendiri berjudul “Underrated” pada tahun 2023. “Saya tidak bisa datang malam itu, tetapi saya sudah ke Sundance tiga tahun lalu saat kami menghadiri screening untuk ‘Underrated’,” ungkapnya.
Film tentang Clarence Jones
Film terbaru Curry, yang ia sutradarai bersama Proudfoot, mengisahkan tentang Clarence Jones, penulis pidato Martin Luther King Jr. yang juga merupakan seorang pemimpin hak sipil. Kini berusia 90-an tahun, Jones berbagi cerita dengan Curry untuk dokumenter tersebut.
“Anda membuat proyek tidak selalu mengharapkan pengakuan semacam itu; Anda melakukannya untuk cerita yang ingin Anda sampaikan. Saya berbicara dengan seseorang, penghargaan semacam ini justru membuka kesempatan untuk menceritakan kisah Clarence. Dia telah memberikan dampak besar bagi negara ini melalui pekerjaan hak sipil, penulisan pidato, dan karya hukum untuk Dr. King,” ucap Curry.
Sundance jury memberi pernyataan bahwa film ini “mendorong kita untuk mengambil tindakan dengan pesan yang abadi dan relevan. Melalui sudut pandang tokoh utamanya, kita menemukan salah satu momen terpenting dalam sejarah modern dari perspektif baru.”
“Kami memiliki kesempatan dan platform untuk membagikan cerita Clarence dari sudut pandangnya sendiri, dengan kata-katanya,” lanjut Curry. “Kami sangat senang menang, tetapi ini bukan tentang kami. Ini tentang dia dan kehidupannya.”
Kemenangan di Sundance ini tidak hanya menjadi prestasi pribadi bagi Curry, tetapi juga menyoroti pentingnya kisah Clarence Jones, yang berjuang untuk hak-hak sipil di masa lalu dan memiliki dampak yang luas hingga saat ini.
(BA/GN)
sumber : www.sltrib.com
Leave a comment