Stephen Curry dan Peluangnya di Olimpiade 2028
Pada musim panas 2028, dunia basket akan berkumpul di Los Angeles untuk menyambut Olimpiade ke-34. Di dalam terowongan arena, ada kemungkinan kita akan melihat Stephen Curry yang berusia 40 tahun, terus membengkokkan hukum geometris permainan basket.

Curry berhasil membawa pulang medali emas untuk Tim USA di Olimpiade Musim Panas 2024, dengan penampilan yang menjadikannya bintang di Paris. Sorakan para penonton di Prancis terdengar saat ia melepaskan tembakan dari jarak yang tampaknya tidak mungkin.
Peluang Kembali untuk Olimpiade 2028
Namun, 2028 berbeda. Usia adalah lawan yang tak terhindarkan. Kaki menjadi lebih berat dan waktu pemulihan semakin lama. Curry sadar akan hal ini. Ketika berbincang dengan LeBron James pada program Mind the Game pada November lalu, ia bahkan menyatakan bahwa kembalinya ke Olimpiade “sangat tidak mungkin.” LeBron, menyadari realitas, mengatakan ia akan menikmati dari jauh.
Akan tetapi, baru-baru ini Marc Spears dari ESPN mengisyaratkan bahwa pintu untuk Curry belum sepenuhnya tertutup. “Dia masih berminat,” kata Spears. Dan minat adalah langkah awal.
Kenyataannya, jika Curry masih mampu bergerak tanpa rasa sakit dan mengangkat beban tanpa kesulitan, tim pasti akan mempertimbangkan kehadirannya. Kemampuannya dalam melakukan tembakan tidak akan pudar seiring bertambahnya usia. Seperti anggur yang sudah matang, kemampuan menembaknya tetap berkualitas.

Dampak Kehadiran Curry
Los Angeles akan bergemuruh jika Curry tampil. Olahraga tidak hanya tentang pemuda; ini adalah tentang warisan. Jika Curry percaya diri masih dapat mempengaruhi permainan, maka tempat baginya di roster harus disediakan.
Curry pun mengungkapkan bahwa “jangan pernah katakan tidak.” Itu bukan sekadar keraguan; itu adalah kemungkinan.
(BA/GN)
sumber : nypost.com
Leave a comment