Mengapa Memakai Sarung Tangan Meski Cuaca Panas?
Kalau Anda sering menonton sepakbola, pasti pernah melihat hal yang sedikit membingungkan. Pertandingan berlangsung di cuaca hangat, matahari terang, tapi ada saja pemain yang memakai sarung tangan. Dari jauh mungkin terlihat seperti mereka sedang berada di musim dingin, padahal suhu stadion bisa mencapai 27 derajat atau lebih.
Lalu kenapa hal ini bisa terjadi? Apakah mereka memang kedinginan, atau ada alasan lain yang lebih masuk akal?
Ternyata, penggunaan sarung tangan oleh pemain tidak selalu soal suhu. Ada banyak faktor yang membuat seorang pemain merasa lebih nyaman, lebih fokus, atau bahkan lebih percaya diri ketika memakai sarung tangan, tidak peduli cuacanya.
Mari kita bahas satu per satu.
1. Kebiasaan Sejak Kecil yang Sulit Ditinggalkan
Banyak pemain tumbuh dengan lingkungan latihan yang dingin. Pemain dari Eropa Utara, Inggris atau negara empat musim terbiasa berlatih dengan sarung tangan sejak muda. Ketika sesuatu sudah menjadi kebiasaan bertahun-tahun, mereka tetap membawanya sampai ke level profesional.
Jadi meskipun bertanding di Spanyol, Qatar atau Brazil, mereka tetap memakai sarung tangan karena tubuh dan mentalnya sudah terbiasa dengan rasa itu.
Dalam olahraga, kenyamanan adalah bagian penting. Kalau sarung tangan membuat mereka merasa stabil dan “siap main”, ya mereka akan tetap memakainya.
2. Mengurangi Keringat dan Gugup Saat Pertandingan Besar
Banyak yang lupa bahwa suhu panas tidak membuat pemain berhenti berkeringat. Justru semakin panas, semakin banyak keringat. Termasuk di tangan.
Beberapa pemain tidak suka sensasi tangan yang terlalu licin atau lembap. Sarung tangan membantu:
- menyerap keringat
- menstabilkan genggaman saat throw-in
- mengurangi rasa gugup ketika tangan tremor karena tensi pertandingan
Pemain sendiri sering tidak sadar, tapi secara psikologis sarung tangan memberi rasa “aman”. Sensasi itu bisa membantu fokus mereka tetap stabil.

3. Alasan Gaya dan Identitas Pemain
Sepakbola modern tidak lepas dari gaya. Banyak pemain punya ciri khas yang selalu mereka bawa ke lapangan. Ada yang selalu memakai manset panjang, ada yang wajib pakai headband, ada juga yang selalu pakai sarung tangan.
Contohnya:
- Thierry Henry
- Carlos Tevez
- Alexis Sánchez
- Anthony Martial
Mereka memakai sarung tangan di pertandingan dingin maupun hangat. Tidak semuanya karena suhu, tapi karena “itu adalah gaya saya”.
Saat pemain merasa tampil dengan atribut yang tepat, mental mereka ikut naik. Ini mirip seperti memakai outfit favorit sebelum presentasi besar.
4. Menutupi Luka Kecil atau Kulit Sensitif
Beberapa pemain sebenarnya memakai sarung tangan untuk alasan yang sangat sederhana. Tangan mereka mungkin:
- sedang lecet
- ada goresan kecil
- iritasi
- sensitif terhadap rumput tertentu
Sarung tangan membantu melindungi kulit dari gesekan tanah, keringat yang menyebabkan perih, atau benturan ringan.
Hal kecil seperti ini bisa sangat mengganggu di tengah pertandingan. Jadi lebih baik ditutup saja.
5. Ritual Pra Pertandingan dan Efek Psikologis
Setiap atlet punya ritual yang membuat mereka merasa siap bertanding. Ada yang harus mengikat sepatu dengan cara tertentu, ada yang selalu melangkah masuk lapangan dengan kaki kanan dulu, dan ada yang terbiasa memakai sarung tangan.
Ritual kecil seperti ini memberi rasa tenang dan fokus. Jadi meski cuaca panas, mereka tetap menjalankan ritualnya agar mental tetap berada dalam zona aman.
Dalam sepakbola, mental sama pentingnya dengan teknik. Jika sarung tangan membantu mental mereka, mengapa tidak dipakai?
6. Sifat Takhayul Pemain Sepakbola itu Nyata
Pemain sepakbola terkenal dengan kebiasaan takhayulnya.
Ada yang:
- tidak mengganti sarung tangan selama tim masih menang
- memakai sarung tangan sebagai “jimat keberuntungan”
- merasa performanya menurun jika tidak memakai aksesori tertentu
Bagi sebagian orang mungkin terdengar lucu, tapi bagi pemain, hal seperti ini sangat serius. Mereka percaya bahwa satu detail kecil bisa mengubah rasa percaya diri.
Sarung tangan pun menjadi bagian dari kebiasaan tersebut.
7. Kondisi Lapangan yang Tidak Terlihat dari Kamera
Meski dari siaran TV terlihat cerah dan hangat, kondisi lapangan bisa berbeda. Beberapa faktor yang membuat tangan tetap terasa dingin atau tidak nyaman:
- angin kencang di area lapangan
- pertandingan malam yang lebih sejuk
- stadion terbuka yang membuat angin terasa menusuk
- udara kering yang membuat tangan mudah pecah atau kasar
Itulah sebabnya beberapa pemain memilih tetap memakai sarung tangan.
8. Perlindungan dari Rumput Sintetis
Rumput sintetis menghasilkan gesekan yang lebih keras dibanding rumput asli. Jika tangan jatuh ke permukaan itu, bisa menimbulkan rasa perih atau terbakar ringan. Sarung tangan membantu mengurangi efek gesekan tersebut.
Beberapa pemain yang sering terjatuh atau terlibat duel fisik lebih memilih memakai sarung tangan untuk berjaga-jaga.
9. Bagian dari Branding Pemain Modern
Pemain modern adalah brand, terutama bagi yang disponsori apparel besar. Sarung tangan bisa jadi bagian dari penampilan yang konsisten, sehingga menambah karakter visual pemain.
Kadang sponsor bahkan menyediakan sarung tangan dengan desain khusus bagi pemain tertentu. Warna dan motifnya disesuaikan dengan sepatu atau perlengkapan lain.
Di era ketika foto pemain banyak tersebar di media sosial, tampilan menjadi penting.
Kesimpulan
Sarung tangan tidak selalu dipakai karena cuaca dingin. Dalam sepakbola modern, alasan pemain memakai sarung tangan bisa sangat beragam. Mulai dari kenyamanan, kebiasaan masa kecil, psikologi pertandingan, sampai sekadar gaya pribadi.
Detail kecil seperti sarung tangan mungkin terlihat sepele. Namun dalam pertandingan yang intens, hal seperti ini bisa membantu pemain merasa lebih siap dan lebih percaya diri.
Pada akhirnya, sepakbola bukan hanya soal teknik atau strategi. Tetapi juga soal kebiasaan, kenyamanan dan hal-hal kecil yang membantu pemain tampil maksimal.
Leave a comment