Jack Doohan Rumornya Dekati Super Formula, Mencari Kursi Balap 2026
Pembalap muda Australia, Jack Doohan, dikabarkan tengah menjajaki peluang balapan di ajang Super Formula Jepang tahun depan. Kehadirannya di seri terakhir Super GT di Mobility Resort Motegi akhir pekan lalu, bersama sang ayah, legenda MotoGP Mick Doohan, memicu spekulasi kuat mengenai langkah kariernya selanjutnya.

Doohan dan ayahnya dikabarkan berada di Jepang untuk mencari kursi balap di Kejuaraan Super Formula Jepang tahun depan. Kontrak Doohan dengan tim Alpine F1 sendiri akan berakhir di penghujung tahun ini. Kabar tersebut menjadi indikasi terkuat bahwa pembalap 22 tahun ini mulai mempertimbangkan opsi di luar Formula 1, menyusul konfirmasi dari Alpine pada September lalu bahwa ia tidak lagi menjadi kandidat untuk kursi balap di F1 2026.
Pintu F1 Tertutup, Alpine Punya Pilihan Lain
Tim Alpine telah mempersempit fokus mereka pada pembalap yang ada saat ini, Franco Colapinto, dan pembalap cadangan Paul Aron. Kondisi ini menempatkan Doohan di ‘pinggir lapangan’ setelah kehilangan kursi balap penuh waktunya lebih awal musim ini.
Doohan mengawali musim 2025 berpasangan dengan Pierre Gasly namun digantikan setelah enam putaran oleh Colapinto pada Grand Prix Emilia Romagna. Meskipun Colapinto menghadapi kesulitan sejak mengambil alih kemudi, penasihat Alpine Flavio Briatore menegaskan bahwa persaingan untuk kursi kedua akan tetap “antara Franco dan Paul,” secara efektif menutup peluang Doohan untuk kembali.
Prinsipal tim Alpine, Steve Nielsen, menegaskan kembali pernyataan tersebut di Singapura bulan lalu. Ia mengonfirmasi bahwa Doohan “masih menjadi bagian dari program kami” tetapi tidak memberikan sinyal tentang kemungkinan kembali ke kursi F1. “Kami terus-menerus menilai pilihan kami,” kata Nielsen. “Kami akan membuat keputusan ketika kami harus melakukannya, tetapi saya tidak bisa memberi Anda informasi terbaru tentang apakah atau kapan dia akan balapan lagi.”
Super Formula: Destinasi Menarik bagi Talenta Balap
Super Formula telah menjadi destinasi menarik bagi para pembalap yang mencari balapan tingkat tinggi di luar F1. Ajang ini menawarkan mesin yang kompetitif dan jadwal yang minim bentrokan dengan akhir pekan Grand Prix.
Doohan bukanlah satu-satunya pembalap yang mengevaluasi Super Formula sebagai alternatif kompetitif untuk 2026. Pemimpin klasemen F2 Leonardo Fornaroli dan Richard Verschoor juga dikaitkan dengan kejuaraan ini, dengan Fornaroli dikabarkan sedang dalam pembicaraan dengan beberapa tim untuk musim 2026.
Bahkan, juara WRC dua kali, Kalle Rovanpera, telah membuat keputusan berani untuk beralih kode motorsport dan dikonfirmasi akan berkompetisi di Super Formula, menambah daya tarik dan level persaingan di ajang tersebut.
Langkah Doohan untuk menjajaki Super Formula mengindikasikan babak baru dalam kariernya. Dengan pintu F1 yang tampaknya tertutup untuk saat ini, kejuaraan balap Jepang ini bisa menjadi platform ideal bagi Doohan untuk menunjukkan talentanya dan membangun kembali momentum, sembari tetap membuka peluang di masa depan.
(SA/GN)
sumber : speedcafe.com
Leave a comment