Lewis Hamilton Ungkap Rahasia Kekuatan Mental dan Fisik di Usia 40 Tahun
Lewis Hamilton baru-baru ini membeberkan rahasia di balik kekuatan mental dan fisiknya yang prima, serta bagaimana rutinitas latihannya telah berevolusi sepanjang 19 tahun kariernya di Formula 1. Pembalap asal Inggris yang kini berusia 40 tahun ini menjadi pembalap tertua kedua di grid, hanya kalah dari juara dunia dua kali Fernando Alonso yang berusia 44 tahun. Seiring bertambahnya usia, pendekatan Hamilton terhadap latihan dan hal-hal yang tidak dapat ia tawar telah berubah.
Terapi Latihan untuk Mental Prima
Ketika ditanya bagaimana ia tetap kuat secara mental, juara dunia tujuh kali itu berbagi pandangannya kepada Men’s Health.
“Saat saya masih muda, saya rasa latihan adalah terapi saya – dan hingga kini masih begitu, terutama lari. Di sanalah saya banyak berpikir,” kata Hamilton. “Menambahkan hal-hal seperti yoga, menambahkan latihan pernapasan. Latihan pernapasan mungkin membutuhkan waktu terlama untuk saya kuasai karena memang butuh waktu. Lalu meditasi.”
Ia juga menyoroti manfaat dari terapi dingin.
“Saya pikir mandi es juga sangat membantu, karena Anda harus belajar bernapas dan mengatasi keinginan untuk menyerah, ingin segera keluar. Hal-hal itu sangat membantu saya tetap positif sepanjang tahun.”
Lebih lanjut, Hamilton menekankan pentingnya afirmasi positif dalam menjaga motivasinya.
“Afirmasi positif mungkin adalah hal terpenting dari semuanya. Saat Anda menyikat gigi atau memulai hari, ucapkan afirmasi positif tentang bagaimana hari Anda akan berjalan, apa tujuan Anda, bagaimana perasaan Anda, bagaimana Anda akan menjalani pekerjaan atau bertemu orang. Ketika Anda berbicara positif tentang diri sendiri, tubuh Anda bereaksi terhadapnya.”
Evolusi Rutinitas Fisik
Pembalap berusia 40 tahun ini juga merinci perubahan yang ia terapkan dalam kariernya yang panjang terkait latihan fisik.
“Ini telah bergeser, berkembang, berevolusi. Saya masih suka lari – saya berlari pagi ini. Saya melakukan lari yang bervariasi antara sembilan hingga 13 kilometer. Lalu mandi es. Tapi sebelum itu semua, peregangan adalah hal pertama yang saya lakukan begitu bangun tidur,” jelas Hamilton.
Hamilton menjelaskan bahwa ia juga membatasi latihan beban untuk menjaga berat badannya.
“Di sore hari, saya mungkin melakukan sesi HIIT (High-Intensity Interval Training), tetapi saya tidak bisa terlalu banyak mengangkat beban karena kalau tidak, berat badan saya akan bertambah. Jadi, sebagian besar adalah Pilates dan yoga.”
Tantangan Baru Bersama Ferrari
Hamilton akan bergabung dengan Ferrari mulai musim 2025, setelah 12 tahun yang luar biasa bersama Mercedes, di mana ia meraih enam dari tujuh gelar juara dunianya. Dengan segala persiapan mental dan fisik ini, Hamilton jelas menatap tantangan baru bersama tim Kuda Jingkrak, terutama dengan perubahan regulasi besar pada tahun 2026 yang diyakini akan menjadi titik balik baginya untuk kembali bersaing di puncak. Pendekatan holistik terhadap kebugaran ini akan menjadi kunci bagi Hamilton untuk mempertahankan performa di usia yang tidak lagi muda dalam dunia F1 yang sangat kompetitif.
(SA/GN)
sumber : www.motorsport.com
Leave a comment