Subaru Forester Kustom Liam Lawson Terjual Fantastis untuk Amal
Sebuah Subaru Forester kustom milik pembalap Formula 1, Liam Lawson, berhasil terjual dalam lelang amal dengan harga fantastis. Mobil yang telah dimodifikasi secara ekstensif ini dibeli oleh Murray, seorang penggemar setia Subaru, yang mengaku memiliki “lebih banyak uang daripada akal sehat” dan menganggapnya sebagai “mobil peliharaan.” Hasil lelang ini akan disumbangkan untuk menyediakan layanan konseling gratis bagi kaum muda di bawah usia 25 tahun melalui program Gumboot Friday.
Dedikasi Sang Pembeli dan Kisah Mobil
Murray, pembeli mobil tersebut, memiliki sejarah panjang dengan Subaru. “Putri saya sekarang memiliki Subaru terakhir saya,” ujarnya. “Saya memulai dengan Subaru Leone 1800 wagon, serangkaian Legacy, WRX yang sempat dicuri, Forester yang lebih baru dari milik Liam yang sudah dimodifikasi, dan serangkaian Outback, jadi sekarang saya kembali ke keluarga Subaru.” Ia melihat mobil Lawson dan langsung memutuskan untuk membelinya.
Liam Lawson sendiri mengungkapkan rasa syukurnya. “Saya sangat berterima kasih kepada Murray dan semua penawar yang memilih untuk mendorong tawaran akhir jauh lebih tinggi dari perkiraan saya,” kata Lawson. “Saya senang mobil ini jatuh ke tangan penggemar Subaru sejati dan saya menghargai dukungannya akan membantu banyak kaum muda.” Ia juga menambahkan, “Sejujurnya, saya suka membangun mobil ini dan meskipun saya tidak akan bisa mengemudikannya lagi, saya tahu Murray akan tersenyum lebar saat berada di belakang kemudi.”
Spesifikasi Mentereng dan Sentuhan Pembalap
Forester kustom ini merupakan hasil kerja sama tim pemasok dari Selandia Baru. Mobil ini kini hanya menempuh jarak kurang dari 1.000 km dengan mesin baru, setelah sebelumnya menempuh lebih dari 234.000 km dengan mesin lamanya. Perombakan mesin penuh dan penyetelan performa, yang diselesaikan oleh Possum Bourne Motorsport, telah meningkatkan tenaga Forester menjadi 300 Wheel Horsepower.
Subaru Selandia Baru turut berkontribusi dengan menyediakan short block W20C baru dan turbo STI asli (VF34), dengan komponen dari Winger Selandia Baru. Beberapa peningkatan performa lainnya termasuk suspensi yang ditingkatkan, knalpot, ECU, valvetrain, intercooler, dan kopling. Tampilannya semakin sporty dengan velg baru, ban semi-slick, dan balutan warna abu-abu gelap satin.
Didukung oleh Porter Group, Creme Insurance, dan sponsor lokal lainnya, proyek ini menampilkan keahlian pengerjaan dan penyetelan kelas atas dari Selandia Baru. Sebagai sentuhan pribadi, mobil ini juga memiliki nomor Formula 1 Lawson, yaitu 30, dan tanda tangannya di dasbor.
Dampak Nyata untuk Kaum Muda
Dana yang terkumpul dari lelang ini, sebagai bagian dari penggalangan dana Gumboot Friday, akan digunakan untuk menyediakan layanan konseling gratis bagi individu di bawah usia 25 tahun.
“Ini adalah kerja keras komunitas,” kata Mike King, pendiri dan mantan kepala eksekutif I Am Hope. “Sebuah mobil warisan yang diubah menjadi bantuan nyata, lebih dari 230 sesi konseling, sekitar seratus anak muda Kiwi mendapatkan dukungan yang layak — bayangkan 20 mobil berisi rangatahi (kaum muda) kita didengarkan.”
“Rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Liam dan Matt, para pemasok, setiap penawar, dan semua orang yang membagikan daftar lelang ini. Dari tim kami dan keluarga yang kami layani, terima kasih,” tambah King.
Penjualan Subaru Forester kustom Liam Lawson ini tidak hanya menandai berakhirnya sebuah proyek modifikasi yang mengesankan, tetapi juga menjadi simbol kolaborasi komunitas untuk mendukung kesehatan mental kaum muda di Selandia Baru, menunjukkan bagaimana semangat otomotif dapat bertemu dengan kepedulian sosial.
(SA/GN)
sumber : www.nzherald.co.nz
Leave a comment