Jonathan Wheatley Resmi Pimpin Operasional F1 Audi, Bidik Gelar Juara Dunia 2030
Jonathan Wheatley, figur yang tidak asing di paddock Formula 1, kini resmi menahkodai operasional F1 Audi sebagai Team Principal. Kehadirannya membawa angin segar serta pengalaman segudang ke proyek ambisius pabrikan Jerman tersebut.
Pengalaman dan Visi Sang Pemimpin Tim
Wheatley datang dengan rekam jejak gemilang selama 35 tahun di dunia F1. Ia adalah bagian penting dari tim Red Bull yang sukses meraih delapan gelar Drivers’ Championship dan enam Constructors’ Championship.
Tugas utamanya di Audi adalah menjadikan tim kompetitif. Fokusnya tidak hanya dari sisi mobil dan pembalap, tetapi juga setiap elemen di dalamnya, mulai dari pit crew, strategist, hingga data analysts. Ia menegaskan pentingnya potensi individu dalam tim:
“Ini semua tentang mendapatkan yang terbaik dari setiap individu dalam tim dan memaksimalkan potensi mereka agar tim berfungsi sebagai sebuah tim,” ujar Wheatley.
Keunggulan Pendekatan Terintegrasi Audi
Salah satu keputusan krusial Audi untuk tidak hanya menjadi pemasok mesin tetapi juga tim F1 penuh adalah kemampuan untuk mengembangkan sasis dan powertrain secara bersamaan. Pendekatan ini berbeda dengan membeli mesin dari pemasok lain, misalnya Mercedes, yang berarti sasis mobil harus disesuaikan untuk dapat mengakomodasi mesin tersebut.
“Mengembangkan sasis dan mesin pada saat yang bersamaan meminimalkan kompromi,” jelas Wheatley. Hal ini menyoroti efisiensi dan potensi performa maksimal dari sinergi pengembangan terpadu tersebut.
Target Ambisius Menuju Puncak
Wheatley tidak main-main dengan target yang diemban Audi di Formula 1. Ia membeberkan rencana progresif Audi: awalnya menjadi challenger, lalu berkembang menjadi competitor, dan jika semua berjalan sesuai rencana, ia menargetkan untuk menjadi tim peraih Championship pada tahun 2030. Ini adalah target yang sangat ambisius, mengingat kompetisi ketat di ajang balap jet darat tersebut.
Kedatangan Jonathan Wheatley dengan visi yang jelas dan strategi pengembangan terpadu antara sasis dan mesin menunjukkan keseriusan Audi untuk bersaing di level tertinggi Formula 1. Tantangan besar menanti, namun dengan pengalaman Wheatley dan sumber daya Audi, bukan tidak mungkin target ambisius 2030 bisa terwujud.
(SA/GN)
sumber : driving.ca
Leave a comment