Home Motorsport Formula 1 F1 2026: Aturan Berubah, Pembalap Masih Bikin Beda?
Formula 1

F1 2026: Aturan Berubah, Pembalap Masih Bikin Beda?

Share
F1 2026: Aturan Berubah, Pembalap Masih Bikin Beda?
Share

F1 dalam Pusaran Debat Manajemen Energi: Menuju Tantangan Berkendara yang Lebih Murni?

Formula 1 terus-menerus menghadapi perdebatan sengit tentang apakah mobil-mobil baru telah membawa olahraga ini terlalu jauh dari kemurnian tantangan berkendara. Banyak pihak berpendapat bahwa perlu ada perubahan untuk mengurangi tingkat manajemen energi yang harus dilakukan pembalap.

Mengulik Super Clip dan Batasan Pemulihan Energi

Saat ini, laju pemulihan energi dengan metode yang disebut ‘super clip’ – sebuah istilah teknis yang mungkin kurang familiar bagi publik – dibatasi hingga maksimal 250kw. Namun, mesin sebenarnya mampu memulihkan energi hingga 350kw, dan hal ini terjadi ketika pembalap mengangkat kaki dari pedal gas. Pertanyaan pun muncul: mengapa tidak diizinkan saat pembalap menggeber gas penuh?

Berbagai Usulan Perubahan Regulasi

Salah satu proposal yang mencuat adalah mengurangi output bagian kelistrikan mesin. Saat ini, output listrik dibatasi hingga 350kw (sekitar 470bhp). Usulan yang ada adalah menurunkannya menjadi sekitar 300kw (402bhp) atau bahkan 250kw (335bhp). Idenya adalah untuk memotong daya keseluruhan, tetapi memungkinkan daya tersebut diterapkan untuk jangka waktu yang lebih lama, sehingga pengalaman berkendara terasa lebih alami.

Lebih jauh lagi, beberapa pihak bahkan menginginkan peningkatan jumlah bahan bakar yang boleh digunakan mesin, serta menyeimbangkan kembali rasio antara mesin pembakaran internal (ICE) dan listrik, mungkin menjadi 65:35 atau 70:30.

Namun, pandangan yang berseberangan menyatakan bahwa dua usulan terakhir ini akan membutuhkan perubahan besar pada desain mesin dan aspek lain dari mobil seperti rasio gigi. Para penentang juga berargumen bahwa perubahan tersebut tidak akan memberikan efek yang diinginkan.

Tombol Overtake Baru dan Tantangannya

Masalah terkait lainnya adalah tombol ‘overtake’ yang baru. Tombol ini menggantikan sistem Drag Reduction System (DRS) yang sebelumnya berfungsi sebagai alat bantu menyalip. DRS tidak ada lagi karena baik sayap depan maupun belakang kini terbuka di lintasan lurus, sebagai bagian dari serangkaian penyesuaian yang dilakukan akibat formula mesin baru.

Baca juga:  Ferrari SF-26 pecah telur, langsung ngebut di Fiorano!

Mode ‘Overtake’ memberi pembalap energi listrik lebih lama. Ini tidak menciptakan daya lebih atau, seperti DRS dulu, kecepatan lebih. Akibatnya, menyalip diperkirakan akan menjadi lebih sulit. Di sinilah letak argumen lain untuk mengurangi output listrik menjadi 300kw — sehingga, sisa 50kw dapat digunakan untuk mode overtake.

Dampak Sirkuit terhadap Manajemen Energi

Komplikasi tambahan adalah bahwa setiap sirkuit membutuhkan tingkat manajemen energi yang berbeda. Di Bahrain, teknik-teknik di atas tidak terlalu dibutuhkan karena banyak fase pengereman ke tikungan lambat untuk memulihkan energi dengan cara standar.

Namun, Albert Park, yang menjadi tuan rumah Grand Prix Australia pembuka musim pada 8 Maret, adalah sirkuit yang ‘lapar energi’. Oleh karena itu, teknik lift and coast dan ‘super clip’ diperkirakan akan sangat dibutuhkan, bahkan dalam sesi kualifikasi. Melbourne bergabung dengan Arab Saudi, Austria, Silverstone, Monza, Azerbaijan, dan Las Vegas sebagai sirkuit terburuk dalam hal manajemen energi — trek dengan lintasan lurus panjang tetapi fasilitas pemulihan di zona pengereman yang minim.

Pandangan dari Paddock

Tim-tim terus berdiskusi mengenai apakah akan mengambil tindakan, dan jika ya, bentuk apa yang harus diambil, bersama dengan badan pengatur FIA dan manajemen F1.

Andreas Stella, salah satu tokoh penting di paddock F1, menyatakan: "Tentu saja masih ada kasus di mana pembalap perlu mendekati balapan dengan cara yang tidak umum – (di mana) kita hanya mengemudi secepat mungkin, mengerem selambat mungkin, melaju secepat mungkin di setiap tikungan."

Ia menambahkan: "Ketika berbicara tentang meningkatkan keseimbangan antara regulasi dalam formatnya saat ini, dan beberapa tantangan berkendara lainnya, ada waktu untuk memperbaikinya. Misalnya, ada cara untuk mengubah cara kita menggunakan mesin listrik sedemikian rupa sehingga kebutuhan untuk melakukan manuver khusus ini berkurang."

Baca juga:  Bahan Bakar Lando Norris: Diet Super Disiplin Demi Juara F1!

"Jadi ada hal-hal yang bisa dilakukan di masa depan, tetapi saya pikir kita harus memantau sedikit lebih banyak di beberapa sirkuit lain (sebelum memutuskan apa yang harus dilakukan)," pungkasnya.

Perdebatan ini menunjukkan bagaimana F1 terus mencari titik keseimbangan antara inovasi teknologi dan esensi murni balapan. Keputusan yang diambil akan memiliki dampak signifikan pada karakter balapan di masa depan.

(SA/GN)
sumber : www.bbc.com

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Empat Besar Tak Terkejar, Gap ke 2026 Makin Lebar!

Dominasi Empat Besar kian tak terkejar. Kesenjangan mereka dengan rival diprediksi makin...

Ferrari F1 2026: Kencang Doang Atau Emang Beneran Ngebut?

Ferrari F1 2026: Akankah mobil ini benar-benar ngebut di lintasan atau hanya...

Honda F1: Akui tes Bahrain berat bareng Aston Martin.

Honda F1 akui tes Bahrain berat bareng Aston Martin, hadapi tantangan jelang...

Rekap Hari Kedua Tes Pra-Musim F1 Bahrain: Makin Panas!

Tes pra-musim F1 Bahrain hari kedua makin panas! Para pembalap unjuk gigi,...