Bobot Mobil F1 2026: Target Ambisius 30 Kg, Tim Khawatir Kelebihan Beban
Salah satu aspek positif dari regulasi Formula 1 2026 yang baru adalah target penurunan bobot minimum mobil hingga 30 kg dibandingkan generasi sebelumnya. Namun, bos tim Williams, James Vowles, telah memperingatkan bahwa sebagian besar mobil F1 2026 kemungkinan besar akan memulai era baru dengan bobot yang berlebihan.
Seiring berjalannya waktu, bobot minimum mobil F1 memang terus bertambah. Generasi mobil saat ini memiliki bobot mendekati 800 kg, meningkat sekitar 200 kg dari masa lalu. Mengingat faktor keselamatan struktural dan fakta bahwa power unit F1 2026 akan memiliki komponen elektrik yang lebih bertenaga—yang berarti baterai yang lebih berat—mematuhi batas bobot yang ditetapkan bisa menjadi tantangan serius bagi tim.
“Akan bagus jika kita bisa mengetahui posisi tim lain, tapi saya pikir sebagian besar akan kelebihan bobot,” kata Vowles. “Itu fakta sederhana di baliknya. Ini adalah target yang sangat agresif, tapi bisa diatasi. Ini adalah angka yang saya yakin akan berada di posisi yang masuk akal dalam lima hingga sepuluh bulan setelah regulasi berlaku, jadi saya cukup tenang.”
Andrew Shovlin, Kepala Operasi Lintasan Mercedes, juga menyuarakan keprihatinan. Ia menyebut penurunan bobot ini dipaksakan kepada tim tanpa analisis mendalam sebelumnya, yang akan menjadi masalah karena tim perlu mengembangkan mobil, memproduksi suku cadang, dan sebagainya.
Tantangan Bobot dalam Pengembangan Mobil
Shovlin menambahkan bahwa bobot adalah tantangan krusial dalam dunia Formula 1.
“Bobot adalah tantangan besar. Batas ini tidak ditetapkan dengan menjumlahkan komponen; itu hanya dipaksakan. Jauh lebih murah untuk mengurangi bobot sebelum komponen dibuat daripada setelah mobil dibangun dan stok suku cadang beredar,” jelas Shovlin. “Pada regulasi sebelumnya, tim-tim awalnya kelebihan bobot 10 hingga 20 kg, yang mahal dan mengganggu pengembangan. Tujuan kami adalah memulai sedekat mungkin dengan batas tersebut.”
Meskipun tim-tim sedang berjuang dengan pengurangan bobot minimum mobil sebesar 30 kg, Federasi Otomotif Internasional (FIA) justru merasa ini belum cukup. Mereka berharap ada pengurangan lebih lanjut di masa depan, seperti yang diungkapkan oleh kepala single-seater FIA, Nikolas Tombazis.
Tombazis menjelaskan bahwa ada jalur lain yang bisa ditempuh untuk mengurangi bobot mobil lebih jauh. “Kami semua ingin mobil menjadi jauh lebih ringan,” katanya.
“Beberapa solusi yang sedang diusulkan [merujuk pada power unit masa depan, yang mungkin bersifat naturally aspirated] akan mengarah pada mobil yang jauh lebih ringan, yang memang diinginkan semua orang. Ini adalah pertimbangan antara finansial, kebebasan teknologi dan bagaimana Formula 1 tetap terdepan, pertimbangan lingkungan, dan daya tarik balapan.
Kami bisa bergerak menuju peniadaan beberapa aspek dimensi mobil, namun harus mungkin untuk kembali ke mobil yang lebih sederhana dari sekarang,” tutup Tombazis.
Perdebatan mengenai bobot mobil ini menyoroti kompleksitas dalam merancang masa depan Formula 1. Keseimbangan antara performa, keselamatan, teknologi, dan biaya akan menjadi kunci dalam menentukan apakah F1 2026 benar-benar bisa mencapai target bobot yang ideal, atau justru memulai era baru dengan beban yang lebih berat dari yang diharapkan.
(SA/GN)
sumber : www.grandprix247.com
Leave a comment