Home Motorsport Formula 1 Ferrari bocorkan aero aktif F1 2026 lagi beraksi!
Formula 1

Ferrari bocorkan aero aktif F1 2026 lagi beraksi!

Share
Ferrari bocorkan aero aktif F1 2026 lagi beraksi!
Share

Ferrari SF-26 Ungkap Aerodinamika Aktif Revolusioner untuk Era F1 2026

Scuderia Ferrari menjadi tim pertama yang secara publik menunjukkan penggunaan teknologi aerodinamika aktif, sebuah fitur kunci dalam regulasi Formula 1 era baru. Penampakan ini terjadi saat mobil SF-26 menjalani shakedown di sirkuit Fiorano, Italia.

Setelah beberapa video penjelasan mengenai cara kerjanya beredar, teknologi ini kini secara resmi dipublikasikan melalui kanal-kanal Formula 1, yang dengan jelas memperlihatkan elemen-elemen aerodinamika yang bergerak. Namun, para penggemar harus sedikit bersabar untuk melihat sistem ini beraksi dalam kecepatan tinggi. Mengingat shakedown pada dasarnya adalah pengujian awal untuk memverifikasi fungsi keseluruhan mobil pada kecepatan rendah.

Active aero in action!
Spot the active aero in this clip of Lewis Hamilton in the SF-26! #F1 pic.twitter.com/WTkJLQ7hxt

— Formula 1 (@F1) January 23, 2026

Aerodinamika aktif akan diperkenalkan di F1 mulai musim depan, di mana sayap depan dan belakang akan merata pada bagian lurus sirkuit. Mekanisme ini sangat mengingatkan pada sistem Drag Reduction System (DRS) yang telah digunakan selama 15 tahun terakhir.

Bedanya, aktivasi sistem aerodinamika aktif ini diprogram dan tidak bergantung pada jarak dengan mobil di depannya untuk mendorong aksi salip-menyalip. Pada poin ini, mode baru F1, “Overtake Mode”, secara efektif akan menggantikan fungsi DRS sebelumnya.

Cara Kerja Aerodinamika Aktif

Sistem aerodinamika aktif memberikan mobil dua kondisi utama: Mode Tikungan (Corner Mode) dan Mode Lurus (Straight Mode). Mode Tikungan adalah mode default untuk mobil F1 2026. Dalam konfigurasi ini, flap sayap akan berada pada posisi normal dan mobil akan menghasilkan downforce semaksimal mungkin untuk mengoptimalkan performa aerodinamika di tikungan.

Sementara itu, Mode Lurus hanya akan tersedia di area-area tertentu yang telah ditentukan sebelumnya oleh FIA di setiap sirkuit dan harus diaktifkan oleh pembalap sendiri. Dalam konfigurasi ini, flap akan terangkat untuk mengurangi drag dan secara signifikan meningkatkan kecepatan puncak mobil.

Baca juga:  Siap-siap! GP Sao Paulo F1 2025: Sprint Seru, Jadwal, & Live Interlagos.

Begitu pembalap mendekati tikungan dan mengurangi tekanan pada pedal gas untuk melakukan pengereman, mobil secara otomatis akan kembali ke Mode Tikungan. Ini berarti flap sayap akan kembali ke konfigurasi downforce tinggi untuk memaksimalkan stabilitas kendaraan.

Namun, tantangan bagi tim jauh lebih kompleks daripada sekadar memasang aktuator untuk mengontrol setiap sayap. Tim-tim telah bekerja keras pada aliran udara setelah aktivasi DRS, dan harus menemukan kompromi antara sayap yang memberikan downforce maksimum dalam kondisi normal dan sayap yang mengurangi drag saat diaktifkan.

Memastikan aliran udara cepat kembali melekat pada sayap depan dan belakang dalam Mode Tikungan sangat penting untuk memberikan stabilitas maksimum bagi pembalap saat melakukan pengereman dan memasuki tikungan. Tanpa pelekatan cepat ini, mobil akan kehilangan grip yang diperlukan untuk berbelok dengan benar.

Melihat Lebih Dekat Shakedown Ferrari

Dalam shakedown di Fiorano, sejumlah foto menangkap momen penting ini. Para tifosi (julukan penggemar Ferrari) memadati area sirkuit, menunjukkan antusiasme terhadap mobil baru dan teknologi yang diusungnya. Charles Leclerc dan Lewis Hamilton (meskipun Hamilton baru akan bergabung di 2025, cuplikan tweet F1 menunjukkan ia menguji SF-26, mengindikasikan ini adalah uji coba di masa depan atau sebuah prototipe awal) terlihat beraksi di balik kemudi SF-26, menjadi saksi langsung inovasi yang akan mengubah balapan F1.

Pengenalan aerodinamika aktif ini diproyeksikan akan membawa perubahan signifikan pada dinamika balapan Formula 1. Dengan pembalap memiliki kontrol yang lebih besar atas karakteristik aerodinamika mobil, strategi balapan dan keputusan di lintasan akan menjadi lebih krusial. Sistem ini diharapkan mampu menciptakan balapan yang lebih seru dengan aksi salip-menyalip yang didorong oleh keterampilan pembalap dan manajemen energi, bukan hanya bergantung pada sistem DRS yang pasif.

Baca juga:  Valencia MotoGP 2025: LIVE! Update Penuh Adrenalin!

(SA/GN)
sumber : www.motorsport.com

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Ferrari F1 2026: Kencang Doang Atau Emang Beneran Ngebut?

Ferrari F1 2026: Akankah mobil ini benar-benar ngebut di lintasan atau hanya...

Honda F1: Akui tes Bahrain berat bareng Aston Martin.

Honda F1 akui tes Bahrain berat bareng Aston Martin, hadapi tantangan jelang...

Rekap Hari Kedua Tes Pra-Musim F1 Bahrain: Makin Panas!

Tes pra-musim F1 Bahrain hari kedua makin panas! Para pembalap unjuk gigi,...

Bintang F1 kumpul! Hamilton, Verstappen, Norris, Russell panaskan Bahrain.

Hamilton, Verstappen, Norris, Russell, bintang F1 kumpul! Siap berduel sengit memanaskan sirkuit...