Home Motorsport Formula 1 Lewis Hamilton Wanti-wanti: F1 2026 Tantangan Terberat Karier!
Formula 1

Lewis Hamilton Wanti-wanti: F1 2026 Tantangan Terberat Karier!

Share
Share

Lewis Hamilton Sebut Regulasi F1 2026 sebagai Perubahan Terbesar dalam Kariernya

Lewis Hamilton menyoroti skala tantangan besar yang dihadapi pembalap dan tim saat Formula 1 memasuki musim baru dengan aturan yang benar-benar dirombak. Pembalap Inggris itu bahkan menggambarkan perubahan regulasi ini sebagai yang terbesar sepanjang kariernya. Hal ini terjadi saat timnya, Ferrari, menatap awal yang baru setelah musim 2025 yang kurang memuaskan.

Scuderia Ferrari meluncurkan mobil baru mereka, SF-26, dengan Hamilton untuk pertama kalinya mengendarainya di lintasan uji tim di Fiorano pada hari Jumat. Ia menunjukkan optimisme setelah terlibat dalam pengembangan mobil Ferrari untuk pertama kalinya, namun tetap mengakui bahwa tugas besar menanti di depan.

“Musim 2026 merupakan tantangan besar bagi semua orang, mungkin perubahan regulasi terbesar yang pernah saya alami dalam karier saya,” kata Hamilton. “Terlibat sejak awal dalam pengembangan mobil yang sangat berbeda ini merupakan tantangan yang sangat menarik, bekerja sama dengan para insinyur untuk membantu menentukan arah yang jelas untuk mobil ini.”

Hamilton menambahkan bahwa ini akan menjadi tahun yang sangat penting dari perspektif teknis, di mana pembalap akan memainkan peran sentral dalam manajemen energi, memahami sistem baru, dan berkontribusi pada pengembangan mobil.

Kendala Awal Musim: Williams Absen Tes Perdana

Skala dan kompleksitas pembangunan mobil oleh tim, termasuk mesin yang sepenuhnya baru dengan pembagian 50-50 antara energi pembakaran dan listrik, serta penggunaan aerodinamika aktif, menjadi sangat jelas pada hari Jumat.

Tim Williams, yang musim lalu finis di posisi kelima klasemen konstruktor, mengumumkan bahwa mereka belum siap untuk mengikuti tes pertama di Barcelona yang dimulai Senin pekan depan. Williams menyatakan bahwa mereka akan menjalankan program uji coba virtual minggu depan dan berharap bisa ikut serta dalam tes kedua di Bahrain. Ini jelas merupakan awal yang kurang menguntungkan untuk musim yang kemungkinan akan berlangsung sangat intens.

Baca juga:  William Saliba Incar Quadruple Historis Bareng Arsenal!

Adaptasi Total dari Tim dan Pembalap

Prinsipal tim Ferrari, Fred Vasseur, menekankan bahwa ia berharap mobil-mobil baru akan dikembangkan dengan sangat cepat seiring berjalannya musim. Ia juga menyoroti bagaimana pembalap harus beradaptasi secara ekstensif dalam mengendarai mobil-mobil tersebut.

“Tantangan terbesar akan mencakup integrasi semua sistem secara bersamaan, termasuk pembalap, ini akan menjadi pengaturan ulang total bagi mereka dalam pendekatan mereka,” ujar Vasseur. “Mereka harus mengubah sepenuhnya cara mereka mendekati akhir pekan. Bahkan cara mengemudi mungkin akan sedikit berbeda. Ini juga akan menjadi tantangan bagi mereka dan bagian dari tugas kami adalah memberi mereka alat yang tepat agar mereka bisa mencapai performa maksimal.”

Polemik Desain Mesin: Keunggulan Mercedes dan Red Bull Dipertanyakan

Ferrari adalah salah satu tim, bersama Audi dan Honda, yang sebelumnya telah menulis surat kepada FIA (badan pengatur Formula 1) untuk menyatakan kekhawatiran bahwa Mercedes dan Red Bull telah mendapatkan keuntungan dalam desain mesin mereka. Kecurigaan ini muncul karena penggunaan ekspansi termal komponen untuk meningkatkan rasio kompresi. Perselisihan mengenai desain ini hampir pasti akan berlanjut ke musim balap, setelah pertemuan antara produsen mesin dan FIA pada Kamis tidak berhasil menyelesaikan masalah tersebut.

Pertanyaan kunci dalam argumen ini adalah kapan rasio kompresi diukur, yang saat ini dilakukan saat mobil “dingin” dan tidak beroperasi, berbeda dengan saat di lintasan ketika ekspansi termal dapat dimanfaatkan. Namun, tanpa adanya kesepakatan — mungkin bisa dimengerti dari pihak Mercedes dan Red Bull jika mereka memang memiliki keuntungan yang bisa mencapai 0,3 detik per lap — mereka akan membawa keuntungan tersebut ke awal musim.

Direktur Teknis Unit Tenaga Ferrari, Enrico Gualtieri, menyatakan bahwa mereka masih terus berdialog dengan FIA.

“Kami masih berdiskusi dengan mereka,” kata Gualtieri. “Kami akan mengadakan pertemuan tambahan dalam beberapa hari ke depan. Kami percaya kepada mereka untuk menangani topik ini dengan cara yang tepat, melalui prosedur dan tata kelola yang sudah ada berdasarkan regulasi. Kami sepenuhnya percaya bahwa proses ini akan berjalan dalam beberapa hari dan minggu ke depan.”

Dengan demikian, musim 2026 dipastikan akan penuh dengan intrik teknis, adaptasi pembalap yang ekstrem, dan potensi drama regulasi yang bisa membentuk ulang peta persaingan di Formula 1.

Baca juga:  Rating Pemain Arsenal vs Bournemouth: Declan Rice Tampil Cemerlang, Gabriel Beraksi Kembali!

(SA/GN)
sumber : www.theguardian.com

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Ferrari F1 2026: Kencang Doang Atau Emang Beneran Ngebut?

Ferrari F1 2026: Akankah mobil ini benar-benar ngebut di lintasan atau hanya...

Honda F1: Akui tes Bahrain berat bareng Aston Martin.

Honda F1 akui tes Bahrain berat bareng Aston Martin, hadapi tantangan jelang...

Rekap Hari Kedua Tes Pra-Musim F1 Bahrain: Makin Panas!

Tes pra-musim F1 Bahrain hari kedua makin panas! Para pembalap unjuk gigi,...

Bintang F1 kumpul! Hamilton, Verstappen, Norris, Russell panaskan Bahrain.

Hamilton, Verstappen, Norris, Russell, bintang F1 kumpul! Siap berduel sengit memanaskan sirkuit...