Red Bull Dilanda Krisis Internal: Konflik Memuncak di Musim 2025
Setahun yang lalu, tim Red Bull Racing berada di tengah-tengah krisis yang cukup mendalam. Meskipun Max Verstappen berhasil mengunci gelar juara dunia pembalap keempatnya, pencapaian itu terasa berat mengingat sejumlah masalah performa mobil di lintasan. Di balik kegemilangan tersebut, perang faksi dan konflik internal justru berkecamuk di dalam jajaran manajemen tim.
Gejolak yang Semakin Intens di Musim 2025
Memasuki musim 2025, bukannya mereda, konflik internal tersebut justru semakin intens. Hal ini dipicu oleh fakta bahwa mobil baru Red Bull masih menunjukkan kelemahan yang seharusnya sudah dapat diatasi. Kegagalan untuk membersihkan “penyakit” lama pada mobil balap mereka semakin memperburuk situasi di koridor kekuasaan tim.
Kini, setelah serangkaian peristiwa dramatis, banyak figur penting yang terlibat dalam gejolak internal tersebut telah merasakan dampaknya secara langsung. Konsekuensi dari konflik ini mulai terlihat jelas, menandakan bahwa era ketidakstabilan di dalam Red Bull telah mencapai puncaknya dengan berbagai perubahan signifikan dalam struktur tim.
Kondisi ini tentu menimbulkan pertanyaan besar mengenai stabilitas jangka panjang Red Bull dan bagaimana tim akan bergerak maju setelah melewati periode penuh gejolak ini, terutama dalam upaya mempertahankan dominasinya di Formula 1.
(SA/GN)
sumber : www.autosport.com
Leave a comment