Alonso Sanjung Mental Baja Marc Marquez: Tak Ada Orang Normal Bisa Melakukannya
JAKARTA – Pembalap Formula 1 asal Spanyol, Fernando Alonso, memberikan pujian setinggi langit untuk Marc Marquez. Menurut Alonso, kekuatan mental dan disiplin Marquez berada jauh di atas rata-rata manusia biasa atau atlet lain, yang memungkinkannya meraih prestasi luar biasa hingga merebut gelar juara MotoGP 2025.
Komentar Fernando Alonso
Alonso menilai dominasi Marquez bersama tim pabrikan Ducati pada musim 2025 nyaris tidak mungkin terjadi, terutama setelah cedera serius yang dialaminya sejak kecelakaan di Jerez pada tahun 2020. Pandangan ini ia sampaikan dalam sebuah dokumenter terbaru yang diproduksi oleh DAZN.
“Itu luar biasa. Selain bakat alami, Anda harus memiliki kekuatan mental dan disiplin yang luar biasa. Tidak ada orang normal yang bisa melakukan apa yang Marc capai,” kata Alonso.
Perjalanan Luar Biasa Marc Marquez
Setelah meninggalkan Honda dan menjalani musim pembuktian bersama tim satelit Gresini pada tahun 2024, Marquez segera menunjukkan kapasitasnya. Hal ini membuatnya dipercaya untuk memperkuat tim pabrikan Ducati pada tahun 2025, di mana ia kemudian berhasil meraih gelar juara dunia ketujuh di kelas premier.
Alonso menyebut Marquez sebagai sebuah anomali di dunia olahraga. Menurutnya, ujian terberat seorang pembalap justru datang di luar lintasan, terutama ketika harus menjaga motivasi di tengah badai cedera, keterbatasan motor, dan penantian panjang tanpa gelar juara.
“Anda harus bangun setiap hari, pergi ke gym, berlatih berjam-jam sendirian, dan berbicara dengan diri sendiri untuk mengingatkan bahwa Anda masih orang yang sama dengan juara dunia di masa lalu,” tambah Alonso, menggambarkan dedikasi yang dibutuhkan Marquez.
Dominasi dan Gelar ke-7
Pada musim 2025 yang disorot oleh Alonso, Marquez berhasil mengunci gelar juara dunia di seri ke-17 yang berlangsung di Jepang. Meskipun setelah itu ia mengalami cedera di Grand Prix berikutnya di Indonesia dan harus absen dalam empat putaran terakhir, performanya sudah cukup untuk mengamankan posisi teratas.
Marquez menutup musim di puncak klasemen akhir dengan koleksi 545 poin, unggul 78 poin dari sang adik, Alex Marquez, yang finis di posisi kedua. Gelar juara dunia tahun ini menjadi yang ketujuh bagi Marquez di kelas premier, sekaligus menyamai rekor rivalnya, Valentino Rossi, dengan total sembilan gelar juara dunia di semua kelas.
Komentar Alonso ini menegaskan bahwa keberhasilan Marquez bukan semata karena bakat, melainkan kombinasi luar biasa antara ketahanan mental dan kedisiplinan yang membuatnya mampu bangkit dari keterpurukan dan kembali mendominasi puncak balap motor dunia.
(SA/GN)
sumber : voi.id
Leave a comment